Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petenis Putra Indonesia Christo Ingin Ikuti ATP Challenger untuk Target Kembali ke Grand Slam

📅 Senin, 05 Agu 2024, 00:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petenis Putra Indonesia Christo Ingin Ikuti ATP Challenger untuk Target Kembali ke Grand Slam Doc: ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
Ket. Petenis Indonesia Christopher Rungkat berpose sebelum wawacara khusus bersama Kantor Berita Antara dikediamannya di Jakarta, Jumat (26/7/2024).

Jakarta - Petenis putra Indonesia Christopher Rungkat ingin mengikuti ATP Challenger untuk mencapai target kembali ke turnamenmajorGrand Slam.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Christo itu usai menjuarai ganda ITF M25 Taipei bersama petenis Thailand Pruchya Isaro.

Christo mengungkapkan keinginannya untuk bermain di ATP Challenger bersama Isaro setelah gelar kedua mereka tahun ini.

"Ke depannya memang akan ada bermain bareng lagi dengan Isaro,hopefullybisa main bareng sampai selesaiseasonini," kata Christo kepada ANTARA lewat pesan instan dari Jakarta, Minggu.

"Tapi aku ingin main Challenger, jadi mudah-mudahan sih beruda bisa masuk ke Challenger. Tapi kalau misalkan enggak, mesti cari pemain lain yang bisa masukdrawingChallenger."

Kemenangan Christo di lapangan keras Taipei Tennis Center merupakan gelar ketiga musim ini bagi petenis berusia 34 tahun itu. Ia meraih trofi pertama tahun ini di ITF M25 Chennai, India, pada akhir Januari, bersama petenis Filipina Francis Casey Alcantara.

Gelar kedua Christo didapat bersama Isaro di ITF M15 Nakhon Si Thammarat, Thailand, pada akhir Februari. Sehingga, gelar M25 Taipei menjadi trofi kedua yang didapat pasangan tersebut tahun ini.

Christo/Isaro juga menunjukkan penampilan yang baik dengan menjadirunner-uppada ATP Challenger Kigali, Rwanda, pada awal Maret. Mereka kalah dari pasangan Belanda-Prancis Max Houkes/Clement Tabur pada babak final.

Pasangan Indonesia/Thailand itu juga akan kembali tampil pada pekan kedua ITF M25 Taipei.

"Masih ada minggu depan seri kedua. Mudah-mudahan hasilnya bisa maksimal lagi, dan bisa menjadi bekal yang bagus," ujar Christo.

"Kalau juara lagi saya bisa masuk sekitar 290 ranking, dan Isaro mungkin bisa lebih kurang 300-an kecil. Dengan rangking segitu mungkin masih bisa masuk ke Challenger di China."

Dalam wawancara khusus ANTARA TV bersama Christo sebelum ia bertolak ke Taipei, pria yang telah memiliki seorang putra itu mengungkapkan keinginannya untuk dapat kembali tampil di Grand Slam, kali ini ditonton langsung oleh sang anak.

ATP Challenger menjadi "tangga" bagi Christo untuk naik peringkat secara bertahap hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk mengikuti turnamenmajortersebut.

"Aku sih ingin main selama mungkin, berkarier selama mungkin," kata Christo.

"Masih adafire,kalau menang masih adabutterfly,selama masih ada itu aku terus main. Kalau nanti suatu saat nanti menang itu sepertinothing, baru mungkin itu saatnya (untuk berhenti)."

"Ilove competing, dan masih sedih kalau kalah," ujar peraih emashat-trickSEA Games ganda campuran bersama Aldila Sutjiadi itu.

"Satu motivasi aku itu aku ingin main Grand Slam sekali lagi ditonton sama anak. Walaupun aku pernah main Grand Slam sebelumnya, tapi ingin anak aku bisa "papa gue main nih" ... Satu Grand Slam, yang aman aja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.