Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi Padi Gogo di Lebak Tembus 9.007 Ton pada Januari-Juni 2024

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 15:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Padi Gogo di Lebak Tembus 9.007 Ton pada Januari-Juni 2024 Doc: ANTARA/HO-Dokumen Distan Lebak
Ket. Tanaman padi gogo di Kabupaten Lebak mampu menyumbangkan ketersediaan pangan masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga petani.

LEBAK -Produksi padi gogo yang dikembangkan petani di lahan darat pada Januari - Juni 2024 di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menembus 9.007 ton dari panen seluas 2.832 hektare.
"Produksi padi gogo hingga kini masih dilestarikan dan menjadi andalan ketahanan pangan masyarakat," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (27/7).Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong petani mengembangkan tanaman padi gogo, karena bisa menyumbangkan ketersediaan pangan masyarakat juga peningkatan ekonomi.Saat ini, sentra padi gogo di Kabupaten Lebak tersebar di 23 kecamatan dan produksi dari Januari - Juni 2024 mencapai 9.007 ton dan jika dikonversikan beras sekitar 8.000 ton setara beras.Petani yang mengembangkan pertanian padi gogo itu kebanyakan masyarakat kesepuhan Sunda yakni adat Kaolotan dan Badui.Mereka mengembangkan pertanian padi gogo dari leluhur, seperti masyarakat Badui menanam padi huma di lahan perbukitan, karena dipastikan lahannya subur hingga bisa mencapai produktivitas lima ton/gabah kering pungut (GKP)/hektare.Selain itu juga tanaman padi gogo lebih murah biaya produksinya dibandingkan padi sawah, karena tidak membutuhkan ketersediaan air juga tanpa menggunakan pupuk kimia."Kami minta petani agar tetap melestarikan padi gogo dengan masa panen selama enam bulan dari hari setelah tanam (HST) guna membantu ketersediaan pangan keluarga," katanya.Menurut dia, saat ini diberbagai daerah di Kabupaten Lebak tengah memasuki panen padi gogo bantuan Kementerian Pertanian seluas 246 hektare tersebar di Kecamatan Maja, Cimarga dan Banjarsari.Bantuan benih varietas inpari 39 dan bisa dipanen dengan masa tanam 85-90 hari, sehingga waktunya pendek dibandingkan benih varietas lokal yang hingga 6 bulan.Selain itu juga benih varietas inpari 39 yang ditanam adalah benih pokok label ungu sehingga didorong agar petani menjadi penangkar benih menjadi benih sebar label biru."Sebagian besar petani yang panen padi gogo itu pada tanam Mei 2024," kata Deni.Sementara itu, Samudi (55) petani warga Banjarsari Kabupaten Lebak mengatakan selama ini pertanian padi gogo dapat menyumbang ketahanan pangan keluarga dan mereka tidak menjual gabah maupun beras jika panen raya.Saat ini, kata dia, kebanyakan tanaman padi gogo di sini sudah memasuki panen."Kita tanam padi gogo seluas 5.000 meter persegi bantuan pemerintah daerah dan bisa menghasilkan 2,5 ton gabah kering pungut serta sebagian untuk konsumsi pangan keluarga dan sebagian dijual ke pengepul," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.