Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pencegahan Terorisme Fokus Ciptakan Toleransi di Pendidikan

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pencegahan Terorisme Fokus Ciptakan Toleransi di Pendidikan Doc: ANTARA/HO-BNPT RI
Ket. BNPT menyelenggarakan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) kali ini merupakan FGD Tematik Perpres RAN PE Tahun 2025-2029 dengan tema “Pendidikan, Keterampilan Masyarakat, dan Fasilitas Lapangan Kerja” di Depok, Jawa Barat, Rabu (24/7).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) periode kedua akan fokus menciptakan iklim toleransi di dunia pendidikan dalam rangka menghadapi fenomena generasi muda yang rentan menjadi target kelompok radikal.

"Dalam menghadapi kerentanan yang terjadi pada generasi muda terhadap paham ekstremisme berbasis kekerasan, harus menciptakan sebuah iklim toleransi yang baik di dunia pendidikan. Ini dibantu dengan guru, dosen, dan pemimpin sosial," kata Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol. Imam Margono dalam kegiatan diskusi kelompok terarah di Depok, Rabu (24/7), seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis (25/7).

Imam selaku Ketua Pokja Pilar I RAN PE mengatakan bahwa sejak 2023 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengimplementasikan upaya tersebut melalui program pelatihan pada dosen tentang ekstremisme kekerasan.

Ia menuturkan bahwa Ditjen Dikti sudah mengawali upaya itu sejak 2023 dengan menyelenggarakan pelatihan tentang ekstremisme kekerasan secara luring dan daring yang diikuti oleh 800 dosen.

Pengembang Kurikulum Ahli Madya Kemendikbudristek Yusri Saad menjelaskan bahwa muatan kurikulum seperti moderasi beragama dan bela negara dapat menjadi nilai-nilai untuk mencegah ekstremisme berbasis kekerasan.

"Sekarang kami identifikasi muatannya, kami mengambil nilai-nilai positif yang kami jadikan tameng dalam pencegahan ekstremisme, yaitu pelajar Pancasila," ucap Yusri.

Yusri menyebutkan terdapat beberapa strategi untuk melihat potensi ekstremisme terorisme dalam satuan pendidikan, yakni pada mulanya dengan mengidentifikasi potensi ekstremisme di sekolah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.