Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelindo Dukung Aksi Iklim dengan Melindungi Ekosistem Karbon Biru

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 08:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelindo Dukung Aksi Iklim dengan Melindungi Ekosistem Karbon Biru Doc: ANTARA/Aswaddy Hamid
Ket. Dua anggota Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) memonitor pertumbuhan bibit pohon bakau yang ditanam di Teluk Pambang Beach, Bantan, Bengkalis, Riau, pada 9 Juli 2024.

JAKARTA - Perusahaan milik negara Pelindo mendukung langkah-langkah mitigasi perubahan iklim Indonesia dengan melindungi ekosistem karbon biru.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pelindo, pemerintah, perusahaan, dan asosiasi tentang program rehabilitasi mangrove yang didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Jakarta, Kamis (25/7).

Dalam keterangannya, Kepala Program CSR Pelindo, Febrianto Zenny Sulistyo mengatakan, Pelindo berkomitmen untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan, khususnya terkait ekosistem karbon biru.

Rehabilitasi mangrove tidak hanya penting untuk menyerap karbon, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang berdampak langsung pada masyarakat pesisir, tegasnya.

Pada tahun 2021, Pelindo menjadi badan usaha milik negara (BUMN) pertama yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait rehabilitasi mangrove dengan tiga kementerian.

"Semoga ini dapat menggugah lebih banyak pihak untuk turut berpartisipasi dalam upaya konservasi dan restorasi (mangrove) demi terwujudnya ekosistem karbon biru, sekaligus mendukung program pemerintah, khususnya Kemitraan Aksi Karbon Biru Nasional," kata Sulistyo.

Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mendukung Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius dengan meningkatkan target kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC).

Dalam NDC yang diperbarui, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 31,89 persen melalui upaya sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional.

Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia, meliputi area seluas 3,31 juta hektar dan mencakup sekitar 20 persen dari total luas mangrove dunia.

Selain itu, ekosistem lamun Indonesia luasnya sekitar 1,8 juta hektar.

Hutan bakau dan lamun di Indonesia menyimpan 3,14 miliar metrik ton karbon, yang mencakup 17 persen karbon yang tersimpan dalam ekosistem pesisir bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.