Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penentang Junta Serang Bandara Ibu Kota

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penentang Junta Serang Bandara Ibu Kota Doc: AFP
Ket. Operasikan “Drone” l Anggota dari kelompok PDF ­Mandalay meluncurkan drone di garis depan pertempuran ketika terjadi bentrokan dengan tentara junta di Negara Bagian Shan utara pada Desember lalu. Sejumlah narasumber pada Kamis (17/7) melaporkan bahwa para penentang junta Myanmar telah melancarkan serangan roket ke bandara di Ibu Kota Naypyidaw pada Rabu (17/7) lalu.

YANGON - Penentang junta Myanmar telah melancarkan serangan roket ke bandara di Ibu Kota Naypyidaw tetapi tidak menimbulkan korban, lapor narasumber keamanan pada Rabu (17/7), setelah terjadi perlawanan yang jarang terjadi terhadap pusat kekuasaan militer.

Penggulingan militer terhadap pemerintahan ikon demokrasi Aung San Suu Kyi dalam kudeta tahun 2021, memicu pertempuran baru dengan kelompok bersenjata etnis minoritas, serta dengan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) yang pro-demokrasi.

"Dua roket menargetkan Bandara Naypyidaw pada pagi hari tanggal 16 Juli," kata narasumber keamanan kepada kantor berita AFP, tanpa menyebut identitasnya.

Dua narasumber keamanan lainnya mengatakan hanya satu roket diluncurkan di bandara tersebut. Ketiga narasumber tersebut mengatakan roket tersebut tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan besar.

Atas laporan ini, reporter AFP tidak dapat menghubungi juru bicara junta untuk memberikan komentar.

Terletak di tengah semak belukar gersang di tengah negara, Kota Naypyidaw yang luas dan dibangun oleh militer adalah lokasi tempat tinggal bagi petinggi junta dan pegawai negeri sipil.

Dengan penjagaan keamanan yang ketat di daerah sekitarnya, kota ini relatif tenang ketika pertempuran antara militer dan lawan-lawannya menghancurkan sebagian besar wilayah negara tersebut.

Namun pada bulan April lalu, kelompok PDF meluncurkan lebih dari selusin drone ke sasaran di Naypyidaw, sehingga bandara tersebut ditutup sementara.

Junta mengatakan serangan PDF itu tidak menimbulkan kerusakan besar. Karena kalah persenjataan dan jumlah, para penentang junta semakin banyak yang menggunakan drone sebagai senjata mereka karena pesawat nirawak ini bisa mengakibatkan dampak yang sangat menghancurkan.

Banyak kelompok yang mengoperasikan drone komersial yang telah dimodifikasi untuk membawa bom yang dapat dijatuhkan di posisi militer.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Kimi Antonelli Juarai Formu...
Ekonomi
Harga BBM Eceran Melejit, W...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.