Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Distribusi Pupuk Subsidi Tak Efisien

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 08:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Distribusi Pupuk Subsidi Tak Efisien Doc: istimewa

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengeluhkan birokrasi penyaluran pupuk subsidi yang berbelit belit. Keruwetan ini karena regulasi yang terlalu banyak atau over regulated.

Belum lagi, ditambah banyaknya lembaga yang mengurus pupuk subsidi. Dampaknya distribusinya tidak efisien.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menegaskan tata kelola penyaluran pupuk subsidi terlalu rumit dan banyak regulasi. "Problem-nya sekarang mohon maaf sorry to say ruwet sekali, banyak sekali aturannya, di daerah aturan banyak," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/7).

Rahmad menegaskan permasalahan pupuk ini terlalu banyak yang mengurusi. Dia mencontohkan, untuk aturan alokasi pupuk subsidi saja, paling tidak ada 6-7 kementerian yang mengaturnya.

"Terlalu banyak yang mengurusi. Sementara sebetulnya kalau kita ngomong smallholder farmers ini dapatnya subsidi dari pemerintah nih yah enggak lebih dari 1 juta," tukasnya

Akibatnya, realisasi kenaikan alokasi pupuk subsidi sebesar 9,55 juta ton sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun terhambat regulasi dan koordinasi antar kementerian/ lembaga terkait.

Kendati alami masalah dirinya tegaskan bahwa Pupuk Indonesia akan terus menyalurkan supaya tidak ada gangguan di level petani. Rahmad mendorong pemerintah memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk subsidi.

Adapun DPR RI berharap penambahan alokasi pupuk subsidi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi pupuk. Anggota Kamisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengungkapkan ada penambahan alokasi pupuk subsidi hingga 100 persen, yang diharapkan dapat mengatasi kelangkaan pupuk di kalangan petani.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Saya kira (alokasi) pupuk (subsidi) karena ada penambahan 100 persen ya. Jadi saya kira 30 persen kita genjot sampai 50 persen. Bagi petani yang belum masuk kelompok (tani) harus dimasukkan karena per 4 bulan bisa dimasukkan. Sehingga kita berharap tidak ada lagi masalah pupuk yang terjadi di masyarakat kita," katanya di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (17/7).

Dorong Produktivitas

Penambahan alokasi pupuk subsidi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi pupuk, terutama bagi petani yang belum tergabung dalam kelompok tani. Dengan kebijakan ini, diharapkan tidak ada lagi masalah kekurangan pupuk yang menghambat produktivitas petani.

Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka menekankan pentingnya ketersediaan pupuk, khususnya bagi petani padi. Namun, dia mencatat petani jagung masih menghadapi tantangan terkait harga jual jagung.

DPR berharap peningkatan alokasi pupuk dan perbaikan harga jagung dapat mendukung stabilitas dan peningkatan produksi pertanian. Dengan adanya dukungan ini, para petani diharapkan dapat lebih tenang dan fokus pada peningkatan hasil panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.