Purnawirawan TNI-Polri dan Akademisi Kaji Implementasi Pancasila
📅 Senin, 15 Jul 2024, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-UBP Karawang
KARAWANG - Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri bersama dengan sejumlah praktisi dan akademisi di berbagai wilayah di Indonesia menelaah 25 tahun implementasi Pancasila di era reformasi.
"Kita sangat menyadari pentingnya evaluasi terhadap implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena Pancasila adalah ideologi, falsafah dan dasar negara," kata Letjen TNI (Purn), Bambang Darmono selaku inisiator kegiatan FGD telaah 25 tahun implementasi Pancasila di era Reformasi, dalam keterangannya yang diterima di Karawang, Minggu (14/7).
Ia menyebutkan bahwa evaluasi tersebut terkait dengan langkah dan tindakan apa yang harus dilakukan agar tidak terlanjur tersesat dan berputar-putar di belantara kesalahan dan kekeliruan akibat nilai-nilai, norma-norma dan dasar negara Pancasila yang menjadi ciri dan karakter bangsa Indonesia.
"Kita tentu tidak ingin Pancasila hanya sebagai jargon atau slogan bangsa Indonesia sebagaimana kita rasakan saat ini," katanya.
Disebutkan bahwa kajian untuk mengevaluasi implementasi pancasila ini bekerja sama dengan sejumlah universitas ternama di berbagai wilayah di antaranya dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sam Ratulangi Manado, IPB, Universitas Papua, Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang dan lain-lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui kerja sama ini, pihaknya bersama kampus menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) hingga lima putaran. Saat ini telah memasuki putaran ke-3, dan terselenggara di Kampus UBP Karawang pada Sabtu (13/7).
"Semua datang dari 26 Provinsi, hari ini 125 kampus yang ikut (secara online dan offline). Mereka berhak mewakili Indonesia," katanya.
Menurut dia, setelah satu generasi atau 25 tahun lebih bangsa Indonesia menjalankan reformasi. Sudah seharusnya, bangsa Indonesia menyadari pentingnya sebuah evaluasi terhadap implementasi Pancasila. "Untuk menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur tentu banyak pencapaian yang didapatkan," kata dia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!