Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Muhidin Prioritaskan Liang Anggang Cegah Karhutla Jelang Kemarau

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 11:13 WIB | Oleh:
Gubernur Muhidin Prioritaskan Liang Anggang Cegah Karhutla Jelang Kemarau Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Kalsel Muhidin (kedua kiri) memberikan arahan saat rapat koordinasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (6/4).

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin meminta kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, diprioritaskan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena berisiko mengganggu operasional Bandara Syamsudin Noor di kawasan itu menjelang musim kemarau pada April 2026.

Gubernur Muhidin menyampaikan arahan itu usai rapat koordinasi di Banjarbaru, Senin, dengan menekankan pentingnya perlindungan wilayah strategis di sekitar bandara dengan memfokuskan mitigasi dini guna menghadapi potensi kemunculan titik panas pada periode kemarau.

“Liang Anggang menjadi kawasan yang harus dijaga karena dampak karhutla di wilayah tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi langsung mengganggu operasional penerbangan,” ucapnya.

Ia mengingatkan, gangguan penerbangan akibat kabut asap akan berdampak berantai terhadap mobilitas penumpang, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi daerah yang bergantung pada konektivitas transportasi udara.

Berdasarkan pola tahunan, wilayah lahan kering dan gambut di sekitar Liang Anggang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran saat curah hujan menurun dan suhu udara meningkat.

Oleh karena itu, Pemprov Kalsel mendorong penguatan infrastruktur pengendalian karhutla melalui penyediaan sumber air, termasuk pembangunan kanal di titik-titik rawan guna memastikan ketersediaan air saat terjadi kebakaran.

Selain penguatan sarana, Gubernur Kalsel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Pembakaran lahan secara sembarangan dapat dikenakan sanksi hukum, kami mengajak masyarakat aktif melaporkan indikasi pembakaran ilegal guna memperkuat pencegahan karhutla,” ujar Muhidin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.