Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NTB Terapkan Sistem Pertanian Tangguh Cegah Krisis Pangan

📅 Senin, 15 Jul 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
NTB Terapkan Sistem Pertanian Tangguh Cegah Krisis Pangan Doc: ANTARA/PRASETIA FAUZANI
Ket. M TAUFIEQ HIDAYAT Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB - Kami terus memanfaatkan lahan tidur untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Bendungan- bendungan baru membuat lahan tidur kini bisa ditanami komoditas pangan.

MATARAM - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah lumbung pangan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi ketahanan pangan di Indonesia. NTB menerapkan sistem pertanian yang tangguh untuk mencegah ancaman krisis pangan yang timbul akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga pertambahan populasi penduduk.

"Kami terus memanfaatkan lahan tidur untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Bendungan-bendungan baru membuat lahan tidur kini bisa ditanami komoditas pangan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muhammad Taufieq Hidayat, di Mataram, NTB, Minggu (14/7).

Seperti dikutip dari Antara, Taufieq mengatakan perubahan iklim membuat cuaca ekstrem berupa La Nina dan El Nino menjadi lebih sering terjadi. Fenomena cuaca ekstrem tidak hanya menimbulkan kesulitan air ataupun kelebihan air, tetapi juga meningkatkan jumlah penyakit yang menyerang tanaman pertanian.

Jika sektor pertanian tidak beradaptasi, krisis pangan bisa terjadi. Ilmuwan telah menciptakan berbagai benih unggul untuk menghadapi dinamika cuaca yang berubah cepat.

Pemerintah NTB mendorong penerapan climate smart agriculture atau CSA untuk mengatasi krisis pangan. CSA merupakan sistem budi daya pertanian padi yang dilakukan secara intensif mulai dari pengelolaan pupuk, air, benih, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Budi daya tanaman padi dengan menggunakan metode CSA selain hemat menggunakan air juga adaptif terhadap perubahan iklim dan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB mencatat angka produksi padi pada Januari hingga Mei 2024 mencapai 899 ribu ton gabah kering giling dari luas areal tanam 173 ribu hektare.

"Jumlah itu sudah setengah dari target produksi kami," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muhammad Taufieq Hidayat, di Mataram, Selasa.

Sepanjang 2024, target produksi padi di Nusa Tenggara Barat sebanyak 1,4 juta ton gabah kering giling.

Pangan Berkelanjutan

Sementara itu, Provinsi Sulawesi Tengah terus mengoptimalkan menjaga luas lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan (LCP2B) di provinsi itu untuk keberlangsungan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

"Cadangan lahan pertanian khusus subsektor tanaman pangan dan hortikultura kurang lebih 364.758 hektare," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng, Nelson Metubun, di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan cadangan lahan pertanian itu tersebar di 13 kabupaten/kota di mana lahan termanfaatkan untuk tanaman pangan pada komoditas serealia seluas 92.500 hektare, kemudian komoditas aneka kacang 24 ribu hektare, dan aneka umbi delapan ribu hektare.

Sementara itu, subsektor hortikultura untuk komoditas sayuran 21.668 hektare, buah-buahan 25.986 hektare, tanaman obat 211 hektare dan tanaman hias 5 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.