Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kadin Sebut Ide 'Family Office' Perlu Dijajaki dan Dipelajari

📅 Senin, 15 Jul 2024, 19:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Sebut Ide 'Family Office' Perlu Dijajaki dan Dipelajari Doc: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira
Ket. Dokumentasi. Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) M. Arsjad Rasjid.

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan ide atau gagasan mengenaifamily officeperlu dieksplorasi dan dipelajari.

"Pertama bahwa ide ini dikeluarkan untuk dieksplorasi dulu. Kita mempelajari dari negara-negara seperti Singapura dan yang lain. Intinya begini, sebagai negara juga harus ada produk-produk yang dikeluarkan supaya pemerintah kompetitif dengan negara lain," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasyid di Jakarta, Senin.

Menurut dia,family officeadalah salah satu yang diusulkan bisa menjadi produk unggulan juga yang bisa dibuat Indonesia. Ide ini sedang dipelajari dampak positif dan negatifnya.

"Kalau dampak negatif pasti selalu ada apapun ada negatifnya, tapi juga ada positifnya sehingga kita pertimbangkan. Jadi kalau boleh saya mengatakan begini jangan dulu dimatikan idefamily officeini, biarkanlah nanti berkembang, kita lihat dulu, kita pelajari positifnya bagaimana, negatifnya bagaimana, nanti untuk Indonesia mana yang terbaik," katanya.

Eksplorasi terhadap idefamily officeini agar Indonesia tidak kalah dalam hal daya saing dan kompetitif dengan negara-negara tetangga.

"Kalau kita tidak kompetitif bagaimana uang (bisa) masuk ke Indonesia, padahal kita membutuhkan investasi masuk ke Indonesia, uang masuk ke Indonesia supaya kita bisa menambah lapangan pekerjaan.
Karena kuncinya bonus demografi ini apa? kita punya generasi muda yang banyak tapi tidak ada pekerjaan, jadi ini yang menjadi kunci utama buat kita," kata Arsjad.

Sebagai informasi, Pemerintah memproyeksikan investasi dari pengelolaan dana berbasis keluarga ataufamily officeyang bisa ditarik ke Indonesia mencapai 500 miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan pembentukan tim khusus yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengkaji skema investasifamily officeini di Indonesia.

Kajian yang dilakukan dalam satu bulan ke depan itu akan membahas soal regulasi dan potensi, serta banyaknya permintaan dari komunitasfamily officedi dunia yang menginginkan skema tersebut dapat diterapkan di Bali.

Skemafamily officeini akan memberikan kemudahan pelayanan dan perizinan bagi klaster keuangan keluarga besar untuk menanamkan dananya di Indonesia.

Skema ini menjadi peluang bagi penanaman modal di dalam negeri karena banyakfamily officeatau perusahaan yang dimiliki keluarga di Indonesia yang menempatkan pengelolaan dananya justru di luar Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.