Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar UI: Indonesia Hadapi Beban Ganda Penyakit

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 09:00 WIB | Oleh:
Pakar UI: Indonesia Hadapi Beban Ganda Penyakit Doc: Freepik

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Prof. Retno Asti Werdhani menyebut saat ini Indonesia menghadapi beban ganda penyakit yakni peningkatan kasus penyakit kronik kompleks, seperti jantung, stroke, dan diabetes, disertai penyakit infeksi kronik seperti TBC dan HIV.

Ia menyebutkan perlunya penerapan Pelayanan Transisi (Transitional Care) sebagai proses koordinasi perawatan saat pasien berpindah dari rumah sakit ke layanan primer, seperti puskesmas atau kembali ke rumah. Tanpa pelayanan transisi yang baik, kata dia, 1 dari 5 pasien berisiko masuk rumah sakit kembali dalam 30 hari.

​"Sistem layanan kesehatan tidak bisa lagi hanya berfokus pada pengobatan jangka pendek. Tetapi harus bertransformasi menjadi layanan yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada pasien," kata Prof. Retno dalam keterangannya, Senin (18/8).​

“Dalam sistem ini dokter keluarga memegang peran kunci sebagai care coordinator yang menghubungkan rumah sakit, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan komunitas agar pasien dapat pulih di rumah," imbuh dia.

Menurut dia, keterlibatan keluarga, kader kesehatan, serta layanan seperti home care dan pusat komunitas menjadi bagian penting dalam mendukung pasien secara menyeluruh. Ia mengatakan beberapa program seperti pengelolaan penyakit kronis, rujuk balik, dan kunjungan rumah, sudah mencerminkan praktik pelayanan transisi, namun pelaksanaannya belum merata dan belum terstandar.

Dalam hal ini, lanjutnya, sumber daya manusia yang terlatih masih minim, belum adanya standar pembiayaan khusus, serta sistem informasi yang masih terfragmentasi. Untuk itu perlu adanya langkah strategis sebagai upaya guna menjaga kesinambungan dan integrasi pengelolaan masalah kesehatan individu, keluarga, dan komunitas di Indonesia.

Beberapa strategi yang dapat dijalankan antara lain standardisasi discharge planning (perencanaan pulang) di rumah sakit, penguatan peran Spesialis Kedokteran Keluarga (Sp.KKLP), integrasi data medis lintas fasilitas. Lalu model pembiayaan berbasis nilai (value-based care) seperti bundled payment, serta pelatihan dan pendidikan kedokteran yang membiasakan pendekatan transisi sejak dini.

Pelayanan transisi, kata dia, memastikan kesinambungan perawatan saat pasien berpindah antar fasilitas kesehatan, khususnya pada kasus kronik. Layanan ini mencakup discharge planning, edukasi, pemantauan, dan koordinasi antar tim medis.

Dalam pelayanan transisi, dokter keluarga dan komunitas berperan penting dengan memahami kondisi pasien sebagai bagian dari lingkungan serta aktivitas harian dan menjembatani koordinasi perawatan. Mereka mendorong keterlibatan keluarga didukung oleh kader atau pekerja sosial di komunitas.

“Pelayanan kesehatan berbasis kedokteran keluarga dan komunitas serta pelayanan transisi akan memperkuat layanan primer. Dan memberikan solusi bagi Indonesia di tengah tantangan penyakit kronik dan populasi menua," ucap dia.

Kedokteran keluarga, komunitas, dan pelayanan transisi, adalah pilar penting layanan kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ketiganya memastikan pasien tetap mendapat pendampingan saat berpindah dari fasilitas kesehatan ke rumah atau komunitas. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.