Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Spesialis Ini Sebut Rutinitas Olahraga Cegah Serangan Jantung Saat Padat Bekerja

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 00:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter Spesialis Ini Sebut Rutinitas Olahraga Cegah Serangan Jantung Saat Padat Bekerja Doc: ANTARA/Fransisco Carolio
Ket. Ilustrasi - Atlet Senam Artistik Sumatera Utara Najwa Alia Jahra (kiri) dan Stefany Kartika Dewi (kanan) berlatih di Gedung Jepta Hutabarat, Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/7/2024).

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Siaran Radio Kesehatan mengingatkan pentingnya rutinitas olahraga di tengah kepadatan bekerja guna mencegah terjadinya serangan jantung.

"Kalau orang kerja keras nih yang terjadi adalah kecapekan, habis itu mereka tidak olahraga bahkan bisa sampai setahun nggak pernah olahraga nah itu yang membuat bahaya kesehatan, tidak ada aktivitas fisik. Jadi pekerja keras harus tetap tahu cara untuk sehat, work life balance-nya harus diusahakan," jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mega Febrianora secara daring di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan seseorang yang memilih tidak berolahraga rutin karena merasa sudah mendapatkan perasaan letih dari aktivitas pekerjaannya justru rentan terkena berbagai penyakit selain serangan jantung, seperti diabetes dan obesitas.

Mega menerangkan olahraga yang benar tidak sekadar aktivitas fisik yang memberikan perasaan letih atau berkeringat, namun harus memberikan kenaikan denyut jantung. Oleh karena itu, segala aktivitas fisik selama bekerja sudah pasti tidak dapat dikategorikan sebagai olahraga.

Ia menyebutkan pula total durasi aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan paling sedikit 150 menit selama satu minggu, dengan rata-rata durasi berkisar 20 menit setiap hari yang diikuti dengan kenaikan denyut jantung.

"Jadi meskipun sudah lelah bekerja, tetap harus berolahraga untuk menjaga dari sisi kardiovaskuler, muscle, otak dan olahraga kan juga mengurangi reaksi stres oksidatif," imbuhnya.

Namun begitu, Mega juga mengingatkan agar tiap individu memahami limitasi masing-masing dalam berolahraga agar meminimalisasi cedera maupun henti jantung akibat kelelahan saat berolahraga.

"Pasien jantung sekalipun ada proporsi olahraganya, tidak boleh terlalu berat karena akan membahayakan jantung, tetapi jangan juga terlalu ringan nanti nggak tercapai definisi olahraganya. Jadi mesti disesuaikan dengan kemampuan fisik individu dan kinerja jantung," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.