Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Filipina Perintahkan Deeskalasi di LTS

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 02:59 WIB | Oleh:
Presiden Filipina Perintahkan Deeskalasi di LTS Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Panglima Filipina l Panglima militer Jenderal Romeo Brawner (tengah) berbicara dengan awak media di markas Angkatan Bersenjata Filipina di Manila pada Kamis (4/7). Dalam pernyataannya, Jenderal  Brawner mengatakan bahwa Presiden Ferdinand Marcos Jr telah memerintahkan angkatan bersenjata untuk meredakan ketegangan di LTS.

MANILA - Presiden Ferdinand Marcos Jr telah memerintahkan angkatan bersenjata negaranya untuk meredakan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan (LTS), kata panglima militer Filipina pada Kamis (4/7), setelah terjadi perselisihan dengan Tiongkok mengenai misi untuk memasok pasukan Filipina di wilayah perairan dangkal yang diperebutkan.

Instruksi Marcos muncul setelah Manila dan Beijing menyepakati perlunya memulihkan kepercayaan dan keyakinan untuk mengelola sengketa maritim dengan lebih baik dalam putaran perundingan yang diselenggarakan Manila pada tanggal 2 Juli lalu.

Namun hal ini tidak menghentikan militer Filipina untuk meminta Tiongkok mengembalikan senjata api yang disita penjaga pantainya dari personel Angkatan Laut Filipina dan membayar 60 juta peso sebagai kompensasi atas kerusakan kapal yang terlibat dalam misi pengiriman pasokan ke Second Thomas Shoal pada Juni.

"Saya menuntut pengembalian tujuh senjata api," kata panglima militer Filipina, Jenderal Romeo Brawner, kepada wartawan setelah konferensi komando dengan Marcos Jr. "Kami menuntut Tiongkok membayar 60 juta peso atas kerugian yang mereka timbulkan selama peristiwa itu," imbuh dia.

Klaim Imee

Dalam pengarahan yang sama, Jenderal Brawner mengatakan Angkatan Bersenjata Filipina juga akan berkoordinasi dengan seorang senator yang mengaku mengetahui rencana Tiongkok untuk menargetkan negaranya dengan misil hipersonik .

Senator Imee Marcos, saudara perempuan Presiden Marcos Jr yang juga menjabat sebagai ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, membuat kehebohan awal pekan ini dengan videonya yang diposting di TikTok terkait rencana Tiongkok tersebut. Sayangnya Senator Imee tak bisa memberikan bukti atas klaim tersebut.

Dalam videonya, Imee mengatakan Tiongkok telah menetapkan 25 target di sekitar kepulauan Filipina yang akan diserang dengan misil hipersonik dan Pulau Batanes di utara yang berada dekat Taiwan, akan menjadi salah satu target pertama.

"Mari kita akui masalahnya: Tiongkok mengira kita memihak musuh mereka," kata Imee dalam videonya. Ketika ketegangan meningkat di Laut Filipina Barat (LTS), saya melihat rencana Tiongkok bahwa mereka akan menggunakan misil hipersonik," imbuh dia.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan mereka tidak tahu dari mana klaim tersebut berasal, namun menyatakan bahwa Beijing mematuhi kebijakan pertahanan nasional yang defensif dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara manapun.

"Tentu saja, kami tidak akan pernah berdiam diri dan menyaksikan hak-hak dan kepentingan sah kami serta perdamaian dan stabilitas regional dilanggar dan terancam," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.