Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Luhut Tekankan Ekonomi Biru dalam Eksplorasi Kelautan

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luhut Tekankan Ekonomi Biru dalam Eksplorasi Kelautan Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (tiga kiri) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tiga kanan) di sela peluncuran neraca sumber daya kelautan (ocean accounting) di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (5/7/2024).

DENPASAR - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pendekatan ekonomi biru dalam melakukan eksplorasi sumber daya kelautan guna memastikan keberlanjutannya.

"Lautan bukan sekedar hamparan air yang luas, itu adalah sumber kehidupan. Hal ini mengatur iklim. memberikan makanan dan memiliki potensi ekonomi yang sangat banyak," kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di sela peluncuran neraca sumber daya kelautan (ocean accounting) di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (5/7).

Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan ekonomi biru fokus dalam pemanfaatan sumber daya maritim yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, kesehatan ekosistem kelautan.

Ada pun dalam pendekatan ekonomi biru itu dikontribusikan oleh pemanfaatan energi baru terbarukan dan pariwisata karena menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, sektor perikanan yang berkontribusi lebih dari 270 miliar dolar AS per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB).

Apabila dilakukan berkelanjutan, perikanan memberi ruang yang lebih untuk sumber daya perikanan tangkap masa depan.

Selanjutnya, dalam pengelolaan sampah juga menjadi bagian dalam ekonomi biru yang dapat mengakselerasi peningkatan kesehatan kelautan.

"Caranya disiplin dari kita semua untuk mengolah sampah, dan pemerintah sekarang terus mendorong untuk sampah diolah menjadi energi atau bentuk lain pengelolaan sampah sehingga sampah masuk ke laut bisa berkurang," katanya.

Luhut mengungkapkan lebih dari 70 persen wilayah Indonesia adalah laut atau mencapai 6,4 juta kilometer persegi.

Selain itu, Indonesia memiliki 17.500 pulau dengan estimasi jumlah penduduk mencapai 281,6 juta jiwa.

Di dalam sumber daya kelautan itu diperkirakan mengandung 8.500 keanekaragaman hayati, potensi produksi perikanan berkelanjutan mencapai 12 juta ton per tahun dan potensi produksi perikanan mencapai lebih dari 50 juta ton per tahun.

Belum lagi potensi energi baru terbarukan, karbon biru, hingga keberadaan perairan Indonesia untuk perdagangan global karena diperkirakan sebesar 45 persen perdagangan dunia melalui perairan Indonesia.

Kemudian, sepanjang 115 ribu kilometer kabel laut yang mendukung digitalisasi nasional dan global juga melintang melalui wilayah perairan tanah air.

Namun, potensi itu belum dikelola optimal misalnya kontribusi industri pengolahan perikanan masih rendah pada 2022 mencapai 3,68 persen terhadap PDB.

Padahal, dalam pemaparannya, Luhut mengungkapkan Indonesia memiliki komoditas utama yakni rumput laut, udang, lobster, kepiting hingga ikan nila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Janice/Chong Singkirkan Ung...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.