Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian Kolaboratif Kembangkan AI Skrining TBC Inklusif untuk Daerah Terpencil

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Penelitian Kolaboratif Kembangkan AI Skrining TBC Inklusif untuk Daerah Terpencil Doc: Istimewa
Ket. Pemeriksaan skrining awal peserta perkumpulan penyandang disabilitas Klaten (PPDK). Penelitian kolaboratif lintas universitas mengembangkan teknologi AI inklusif berbasis X-ray dada untuk mempercepat deteksi dini TBC di daerah terpencil dan kelompok rentan di Indonesia.

JAKARTA— Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui penelitian bertajuk TBScreen.AI: Pengembangan Kecerdasan Buatan untuk Skrining Tuberkulosis dengan X-ray Dada di Daerah Terpencil di Indonesia, para peneliti mengembangkan perangkat lunak berbasis computer-aided detection (CAD) untuk membantu proses skrining TBC secara lebih cepat dan inklusif.

Penelitian tersebut menitikberatkan pada pengembangan sistem AI yang disesuaikan dengan keragaman masyarakat Indonesia, termasuk mempertimbangkan faktor gender, usia, wilayah geografis, hingga kondisi penyandang disabilitas. Pendekatan ini dinilai penting untuk meminimalkan potensi bias pada sistem AI akibat penggunaan data yang tidak representatif.

Peneliti utama sekaligus dosen Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Antonia Morita Iswari Saktiawati, mengatakan penelitian tersebut bertujuan memperluas akses skrining TBC, khususnya bagi kelompok rentan yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan.

Menurut Morita, teknologi AI yang dikembangkan juga dirancang mudah diakses melalui platform digital. Pengguna nantinya dapat mengunggah hasil rontgen dada dan memperoleh informasi mengenai probabilitas TBC secara langsung.

“Penelitian ini secara khusus dirancang untuk membantu kelompok-kelompok yang selama ini kurang terjangkau layanan kesehatan, seperti perempuan, penyandang disabilitas, lansia, serta masyarakat di daerah terpencil,” ujar Morita dalam keterangannya pada hari Rabu (21/5).

Ia berharap teknologi tersebut dapat membantu deteksi dini TBC, memperluas jangkauan layanan skrining, sekaligus menekan angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.

Penelitian TBScreen.AI merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, University of Melbourne, Universitas Sebelas Maret, dan Monash University Indonesia. Penelitian ini juga melibatkan organisasi masyarakat sipil seperti Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA), serta Yayasan Pengembangan Kesehatan dan Masyarakat Papua.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari KONEKSI sebagai bagian dari kemitraan pengetahuan Indonesia dan Australia.

Sebagai bagian dari proses penelitian, kegiatan penjangkauan komunitas digelar di Klaten pada 21 Mei 2026 melalui kerja sama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten. Kegiatan itu melibatkan sekitar 40 hingga 50 peserta dari komunitas penyandang disabilitas, termasuk individu dengan skoliosis, cedera tulang belakang, dan cerebral palsy.

Selain menjalani skrining TBC berbasis X-ray, para peserta juga berpartisipasi dalam pengumpulan data terkait hambatan akses layanan kesehatan. Data tersebut nantinya digunakan untuk melatih sistem AI agar lebih akurat dan inklusif dalam mendeteksi TBC.

Kegiatan itu juga diisi dengan sosialisasi mengenai TBC oleh Monita dan Ari Natalia Probandari. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, hingga upaya mengurangi stigma sosial terhadap penderita TBC.

Prof. Ari Natalia Probandari menekankan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terkait TBC agar proses penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan stigma terhadap pasien dapat ditekan.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten, Qoriek Asmarawati, menyatakan kegiatan tersebut membuka ruang bagi komunitas disabilitas untuk terlibat langsung dalam penelitian yang berdampak terhadap kelompok mereka.

Menurut Qoriek, kegiatan itu sekaligus menjadi langkah untuk mendorong layanan kesehatan yang lebih inklusif melalui layanan terpadu mulai dari skrining hingga pemeriksaan X-ray.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Wakil DPRD Bekasi dan Anggo...
Megapolitan
JFW Bagian Penting Jakarta ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Nasional
Pemerintah Kejar Efisiensi ...
Luar Negeri
Amerika Serikat Perkuat Kap...
Rona
Jangan Anggap Enteng, Meski...
Luar Negeri
Swiss Sebut Kondisi Dunia S...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.