Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Bantu UMKM Memperluas Akses Pasar

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Bantu UMKM Memperluas Akses Pasar Doc: ANTARA/Basri Marzuki
Ket. Ilustrasi - Perajin merampungkan pembuatan aksesoris di rumah produksinya di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/3/2024).

Palu - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah bantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan dan mitra memperluas akses pasar guna memperkuat ketahanan ekonomi mereka supaya tumbuh dan berkembang.

"Salah satu metode memperluas akses pasar yakni mengembangkan inovasi, karena dengan begitu produk yang dihasilkan akan lebih baik," kata Kepala KPwBI Sulteng Rony Hartawan di Palu, Kamis.

Ia menjelaskan bentuk intervensi dilakukan pihaknya melalui pembinaan dan pemberdayaan, sekaligus memanfaatkan jaringan kemitraan lainnya di berbagai daerah maupun di pusat untuk membantu promosi.

Selain itu pihaknya juga mengikutsertakan UMKM dengan produk unggulan pada berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2024 dilaksanakan pada Juni lalu.

Kegiatan itu merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah dan membantu para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta perluasan akses pasar.

"Pada pagelaran AKI 2024 kami mengikutkan tiga UMKM binaan yakni UMKM Rapoviaka Simple dengan produk olahan cokelat, UMKM Molomamua dengan produk gula aren, dan UMKM FFF byFery yang merupakan UMKMfashionatau perancang busana, ini salah satu strategi dalam mengembangkan pasar," tutur Rony.

Ia mengemukakan BI juga berperan membantu pemerintah memasifkan kampanye gerakan nasional bangga buatan Indonesia (GBBI) dan bangga berwisata di Indonesia (BBI) Sulawesi Tengah.

Selain itu pihaknya juga mengintervensi pengembangan produk dan perluasan pasar, melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, termasuk memfasilitasi mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sulteng maupun sertifikasi halal.

"Kualitas produk harus ditopang dengan penguatanbrandyang menarik, ini dimaksudkan untuk merangsang konsumen membeli produk. Tentunya kami berkomitmen untuk memajukan UMKM daerah bersaing di pasar yang lebih luas," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.