Portugal vs Slovenia: Unggul Segalanya, Ronaldo Cs Tetap Waspadai Slovenia
📅 Senin, 01 Jul 2024, 13:47 WIB | Oleh: Tim PenulisSaat itu, Portugal dipaksa bekerja keras oleh Ceko yang juga menempatkan tiga bek tengah, untuk bangkit setelah tertinggal 0-1 guna berbalik menang 2-1 yang itu pun berkat sebuah gol bunuh diri Ceko dan sebuah gol yang tercipta dua menit setelah waktu normal 90 menit selesai.
Artinya, Portugal hampir saja tersandung di tangan Ceko. Ironisnya, Slovenia juga merupakan tim yang menekankan pertahanan kuat seperti Republik Ceko yang kerap membuat frustrasi tim-tim yang bermain ofensif seperti Portugal.
Lebih ironis lagi, Portugal sendiri menjadi korban gaya bertahan bertahan Slovenia pada 27 Maret 2024 dalam sebuah laga persahabatan.
Bertumpu pada pertahanan yang solid dan sabar menunggu momen serangan balik, Slovenia menggulingkan Portugal 2-0 untuk mengakhiri 12 laga tak terkalahkan Selecao sejak ditangani Martinez.
Sebaiknya Anda baca juga:
Padahal, waktu itu Portugal menguasai hampir 75 persen penguasaan bola. Tapi mereka tak tahu bagaimana cara menembus lima bek lawan yang akhirnya terjebak manakala Slovenia melancarkan serangan balik yang cepat, persis seperti dilakukan Georgia.
Slovenia tak akan ragu menerapkan lagi formula ini untuk menjegal Portugal meretas jalan menuju trofi Piala Eropa keduanya setelah edisi 2016.
Sayang, Portugal tak memiliki referensi lain untuk dijadikan bahan pelajaran cara menghadapi Slovenia karena kedua tim belum pernah bertemu kecuali laga persahabatan pada 27 Maret tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Portugal sedikit buta mengenai lawannya, meski tahu pasti lawannya itu akan bermain defensif dan hanya menunggu kesempatan melancarkan serangan balik. Dalam soal ini, pemain-pemain seperti Bruno Fernandes meminta Portugal mengambil pendekatan dan formula berbeda untuk menghadapi Slovenia itu.
Skuad inti
Dalam pertandingan sepenting ini, Roberto Martinez akan dikutuk seisi negeri Portugal jika menurunkan skuad sama seperti dikalahkan Georgia.
Lagi pula Martinez sengaja menurunkan tim lapis kedua kala melawan Georgia karena soal taktik, yakni mengistirahatkan pemain-pemain inti yang bukan saja dibuat lelah oleh dua pertandingan pertama Euro 2024 tapi juga oleh efek dari jadwal padat bersama klub-klubnya.
Martinez ingin menurunkan tim super bugar yang terdiri dari pemain-pemain hebat, kala menjalani babak gugur.
Untuk itu, semua pemain kunci termasuk Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Ruben Dias, Pepe, Vitinha dan Diogo Costa, akan serempak dipasang kembali sebagai starter dalam formasi 4-2-3-1. Rafael Leao yang terkena akumulasi kartu juga sudah bisa dimainkan lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!