Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Kecam Latihan Militer AS, Jepang, dan Korsel sebagai 'NATO versi Asia'

📅 Minggu, 30 Jun 2024, 10:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Kecam Latihan Militer AS, Jepang, dan Korsel sebagai 'NATO versi Asia' Doc: Korea Times/Yonhap
Ket. Kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt tiba di pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Busan, Korea Selatan, 22 Juni, dalam foto yang disediakan oleh Angkatan Laut.

SEOUL - Korea Utara pada hari Minggu (30/8) mengecam latihan militer gabungan yang dilakukan Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat, menyebutnya sebagai "NATO versi Asia" dan memperingatkan akan "konsekuensi fatal".

Kecaman ini sehari setelah sekutu menyelesaikan latihan "Freedom Edge" selama tiga hari, dalam pelatihan rudal balistik dan pertahanan udara, perang anti-kapal selam, dan pelatihan pertahanan siber.

Para pemimpin AS, Korea Selatan, dan Jepang sepakat pada pertemuan puncak trilateral tahun lalu untuk melakukan latihan tahunan sebagai tanda persatuan dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara dan meningkatnya pengaruh regional Tiongkok.

"Kami mengecam keras… tindakan militer yang provokatif terhadap DPRK," kata Kementerian Luar Negeri Pyongyang dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah KCNA pada Minggu, mengacu pada nama resmi Korea Utara.

"Hubungan AS-Jepang-ROK telah mengambil bentuk penuh NATO versi Asia," katanya, memperingatkan akan "akibat yang fatal".

"DPRK tidak akan pernah mengabaikan langkah AS dan para pengikutnya untuk memperkuat blok militer."

Latihan gabungan terbaru melibatkan kapal induk bertenaga nuklir milik Washington USS Theodore Roosevelt, kapal perusak berpeluru kendali milik Tokyo JS Atago, dan jet tempur KF-16 milik Seoul.

Pyongyang selalu menganggap latihan gabungan semacam itu sebagai latihan untuk invasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua Korea terjebak dalam aksi saling balas balon dimana Pyongyang mengirimkan balon-balon berisi sampah ke arah selatan sebagai pembalasan atas misi serupa yang dikirim ke utara dari Korea Selatan yang membawa propaganda pro-Seoul.

Korea Selatan juga semakin cemas atas hubungan Korea Utara yang memanas dengan tetangganya yang terisolasi, Russia.

Korea Utara dituduh melanggar langkah-langkah pengendalian senjata dengan memasok senjata ke Russia untuk digunakan dalam perang di Ukraina, dan Presiden Russia Vladimir Putin mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin Kim Jong Un di Pyongyang bulan ini untuk menunjukkan persatuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.