Kudeta Gagal, Panglima Militer Bolivia Ditangkap
📅 Kamis, 27 Jun 2024, 09:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Sudan Times/Ejercito de Bolivia via Facebook/HO RE
LA PAZ - Panglima militer Bolivia ditangkap Rabu (26/6) waktu setempat setelah upaya kudeta terhadap Presiden Luis Arce gagal.
Pasukan dan tank memasuki Plaza Murillo, alun-alun bersejarah tempat kantor kepresidenan dan Kongres berada, pada sore hari, memicu kecaman global atas serangan terhadap demokrasi.
Salah satu tank mencoba mendobrak pintu besi istana presiden.
Dikelilingi oleh tentara dan delapan tank, panglima militer Jenderal Juan Jose Zuniga yang kini sudah diberhentikan mengatakan "angkatan bersenjata bermaksud merestrukturisasi demokrasi, menjadikannya demokrasi sejati dan tidak dijalankan oleh segelintir orang selama 30, 40 tahun."
Tak lama kemudian, wartawan AFP melihat tentara dan tank mundur dari alun-alun. Pemberontakan berlangsung sekitar lima jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rabu malam, Zuniga ditangkap dan dipaksa masuk ke dalam mobil polisi saat ia berbicara kepada wartawan di luar barak militer, seperti yang ditayangkan televisi pemerintah.
"Jenderal, Anda ditahan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Jhonny Aguilera kepada Zuniga.
"Tidak ada yang bisa merampas demokrasi yang telah kita menangkan," kata Arce dari balkon istana pemerintah di hadapan ratusan pendukungnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, ia mendesak "rakyat Bolivia untuk berorganisasi dan memobilisasi diri melawan kudeta demi demokrasi," dalam pesan yang disiarkan televisi kepada negara tersebut bersama para menterinya di dalam istana presiden.
Ia juga melantik pemimpin militer baru dan memecat Zuniga.
Tepat sebelum dia ditangkap, Zuniga mengatakan kepada wartawan bahwa sebenarnya presidenlah yang menyuruhnya melakukan pemberontakan, sehingga memicu tindakan keras yang akan membuatnya tampak kuat dan meningkatkan peringkat dukungannya yang merosot.
Dalam sebuah pertemuan hari Minggu, sang jenderal mengatakan, Zuniga bertanya kepada Arce, "Jadi, kita akan mendatangkan kendaraan lapis baja?" Ia mengatakan presiden menjawab, "Keluarkan saja."
Instruksi Arce adalah "melakukan sesuatu untuk meningkatkan popularitasnya," kata sang jenderal.
Mantan presiden Evo Morales menulis di X bahwa "kudeta sedang terjadi" dan juga mendesak "mobilisasi nasional untuk membela demokrasi."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!