Berpotensi Melemah Lanjutan
📅 Kamis, 27 Jun 2024, 10:42 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan berlanjut, hari ini (27/6). Pelaku pasar masih menunggu rilis data indeks harga belanja personal (PCE) inti Amerika Serikat (AS) yang akan dijadikan petunjuk untuk memperkirakan kebijakan suku bunga acuan bank sentral setempat (the Fed).
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi melihat The Fed akan memiliki cukup ruang untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Ibrahim menyadari Bank Indonesia (BI) terus melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas pasar.
Meski demikian, depresiasi rupiah masih berpotensi berlanjut. Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (27/6), bergerak fluktuatif sebelum ditutup melemah di kisaran 16.400-16.460 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Rabu (25/6), ditutup melemah 38 poin dari sehari sebelumnya menjadi 16.413 rupiah per dollar AS. Pelemahan dipicu kenaikan tingkat kepercayaan konsumen AS dari 100,4 menjadi 101,3. Sebab, kenaikan ini semakin membuka peluang Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
"Kenaikan indeks dollar AS ini efek dari data ekonomi AS semalam, yaitu data harga rumah dan tingkat keyakinan konsumen AS yang masih memperlihatkan kenaikan, sehingga masih berpotensi menyumbang inflasi AS," ungkap Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!