Sulit Berdikari kalau Kebijakan Impor Malah Direlaksasi
📅 Senin, 24 Jun 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim RedaksiBukan hanya industri mobil, tekstil, bahkan bahan pangan pun di impor dari luar, sehingga sudah saatnya mengurangi kebergantungan dengan luar negeri. "Apalagi situasi nilai tukar yang berfluktuasi," tegas Esther.
Caranya, hanya dengan membangun industri dalam negeri dan menciptakan swasembada pangan.
Pengamat perdesaan dari Universitas Brawijaya Malang, Imron Rozuli, mengatakan bukan hanya industri yang terdampak dari relaksasi impor, tetapi juga sektor pertanian lokal. Harga beras lokal lebih mahal dari beras impor karena pemerintah membiarkan praktik dumping, dan tak kunjung mengatasi ekonomi biaya tinggi sektor pertanian.
"Praktik dumping atas beras impor menyebabkan beras impor lebih murah. Sementara di sisi lain, produksi pertanian kita masih berbiaya tinggi," kata Imron.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biaya produksi yang mahal terjadi karena mulai bibit dan pupuk sebagai instrumen utama produksi padi, pola pupuk subsidinya sampai sekarang tidak efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!