Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dorong Kapal Perikanan Modern Perkuat Pengawasan Illegal Fishing di Natuna dan Arafura

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Dorong Kapal Perikanan Modern Perkuat Pengawasan Illegal Fishing di Natuna dan Arafura Doc: Antara
Ket. Pekerja menyelesaikan pembuatan kapal di industri galangan kapal, Batang, Jawa Tengah, Sabtu (2/5).

Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri meminta program pengadaan kapal perikanan modern diarahkan memperkuat upaya pemberantasan praktik illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing atau penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia.

Dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Kamis (11/6), ia mengatakan kapal-kapal modern tersebut seharusnya ditempatkan di wilayah yang selama ini rawan pencurian ikan oleh kapal asing, seperti Natuna, Laut Arafura, kawasan perbatasan dengan Filipina, hingga perairan Pasifik.

"Jangan lagi menggelontorkan kapal-kapal ikan modern ke daerah yang sudah overfishing. Justru harus dimanfaatkan untuk memanfaatkan sumber daya ikan di wilayah-wilayah laut yang selama ini dicuri kapal asing," kata dia dikutip dari keterangan Parlemen.

Ia mengingatkan bahwa praktik penangkapan ikal ilegal masih menjadi pekerjaan rumah besar yang perlu segera diselesaikan pemerintah.

Ia menilai berbagai program yang saat ini dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak, hingga pengembangan tambak udang terintegrasi, perlu diimbangi dengan upaya yang lebih serius dalam menangani praktik pencurian ikan.

"Permasalahan struktural di sektor kelautan dan perikanan yang belum begitu tersentuh adalah illegal fishing. Sampai sekarang ternyata masih marak," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rokhmin mengusulkan penerapan dua strategi.

Pertama, memperkuat kehadiran nelayan nasional di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi sasaran kapal asing melalui penambahan armada perikanan modern, termasuk pengadaan kapal modern yang didukung skema pinjaman lunak dari Pemerintah Inggris.

Ia menjelaskan jumlah kapal perikanan modern Indonesia masih terbatas. Dari sekitar 800 ribu kapal perikanan yang dimiliki Indonesia, kapal berukuran di atas 30 gross ton (GT) hanya sekitar 3.600 unit.

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi salah satu penyebab masih tingginya aktivitas kapal asing di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Strategi kedua, memperkuat penegakan hukum melalui peningkatan kapasitas pengawasan laut.

Menurut Rokhmin, alokasi operasi pengawasan yang saat ini tersedia masih jauh dari memadai untuk mengawal luasnya wilayah perairan Indonesia.

Ia menilai pengawasan laut perlu berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan jumlah kapal modern, pelatihan nelayan, serta pembangunan industri pengolahan hasil perikanan di wilayah perbatasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.