- Home
-
- Luar Negeri
-
- NATO Peringatkan Konsekuen...
NATO Peringatkan Konsekuensi Dukungan Tiongkok Terhadap Perang Rusia
Jumat, 21 Jun 2024, 00:11 WIBHamilton - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu memperingatkan Tiongkok atas dukungannya yang terus berlanjut untuk Rusia di tengah perangnya di Ukraina.
"Tidak masuk akal dan tidak perlu dilanjutkan bahwa Tiongkok terus memicu tantangan ancaman bagi sekutu NATO, khususnya di Eropa, dengan menopang ekonomi perang Rusia," kata Stoltenberg kepada wartawan di Ottawa, di mana dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Sementara Stoltenberg dan Trudeau akan bertemu dan membahas persiapan akhir untuk KTT NATO di Washington bulan depan, ketua aliansi tersebut juga memuji status Kanada sebagai sekutu NATO.
Saat ditanya tentang kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Korea Utara, Stoltenberg menekankan pentingnya persatuan di antara sekutu NATO pada saat "kekuatan otoriter seperti Rusia, Korut, Iran dan Tiongkok semakin bersatu."
"Sangat penting bagi kami (NATO), mengingat keselarasan antara Rusia, Tiongkok dan Korut, untuk juga bekerja sama lebih erat dengan mitra-mitra kami di Asia Pasifik, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Selandia Baru, dan Australia," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa kunjungan Putin menunjukkan ketergantungan Rusia terhadap "rekan-rekannya yang otoriter" dalam perang melawan Ukraina.
Stoltenberg lebih lanjut memperingatkan Tiongkok atas perilakunya mendukung Rusia, dan menekankan "akan ada dan harus ada konsekuensi" atas dukungan tersebut.
Saat ditanya tentang rencana Kanada untuk memenuhi target aliansi terhadap anggotanya untuk membelanjakan sedikitnya 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan, Stoltenberg mendesak para sekutu untuk mencapai target tersebut.
Dia juga mengatakan dirinya ingin mendengar rencana Kanada dalam hal itu.
Mencatat bahwa akan ada "banyak isu" yang akan dibahas dengan PM Kanada tersebut, Stoltenberg juga mengatakan "salah satunya juga adalah tentang belanja pertahanan."
Dia menekankan pentingnya bagi NATO untuk berinvestasi di bidang pertahanan dan untuk mencegah perang, saat negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia "berinvestasi besar-besaran dalam kemampuan militer baru, termasuk senjata jarak jauh dan sistem rudal canggih."
"Cara terbaik bagi kami untuk memastikan perdamaian adalah dengan bersatu sebagai NATO dan berinvestasi sebagaimana yang telah kami sepakati. Kami telah sepakat di NATO untuk berinvestasi sedikitnya dua persen," kata dia.
Sebelum konferensi pers, Stoltenberg dianugerahi Louis St. Laurent Award of Excellence atas "layanannya yang luar biasa bagi perdamaian dan keamanan," dalam acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi NATO Kanada, dan Asosiasi Parlemen NATO Kanada.
Berita Terkait:
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Aceh Barat Diterjang Badai Tujuh Rumah Warga dan Satu SMP Rusak
-
Progres 57%! Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di 29 Provinsi
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Antonelli Tak Terbendung, Cetak Empat Kemenangan Beruntun dan Ukir Sejarah F1
-
Maroko Open, Aldila Tanpa Halangan Melenggang ke Perempat Final
-
Ebola Darurat Internasional! Afrika Waspada Penyebaran Virus Mematikan ke 10 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.