Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Bantul Masih Aman dari Kejadian Kekeringan

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 18:21 WIB | Oleh:
BPBD: Bantul Masih Aman dari Kejadian Kekeringan Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa masyarakat daerah ini masih aman dari kejadian kekeringan dampak musim kemarau, dan hingga kini belum ada permohonan bantuan air bersih dari warga.

?????"Meski bulan Juni ini sudah masuk musim kemarau, namun sampai saat ini belum ada permohonan droping air bersih dari masyarakat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, seperti pengalaman pada musim kemarau tahun sebelumnya, masyarakat di sebagian wilayah Bantul kesulitan air bersih dampak kemarau, namun karena ketersediaan air di sumber air masih ada, masyarakat masih bisa tercukupi kebutuhan air.

Meski demikian, katanya, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan air, agar kebutuhan air dapat tercukupi, meski begitu pemerintah daerah melalui BPBD Bantul siap memberikan bantuan air bersih apabila masyarakat membutuhkan.

"Untuk anggaran bantuan air bersih yang disiapkan pada musim kemarau atau droping air bersih tahun ini sebesar Rp21,3 juta, atau kurang lebih sebanyak 426 tangki air," katanya.

Meski begitu, kata dia, bantuan air bersih yang disiapkan bisa bertambah menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, kemudian juga seperti tahun sebelumnya, akan mendapat dukungan dari lembaga non pemerintah dalam distribusi air bersih kepada masyarakat.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, Bantul sedang mengalami fenomena La Nina lemah, yang mana terjadi hujan, namun curah hujannya tidak lebat.

Namun fenomena ini belum tentu mengisi suplai air tanah yang terhubung ke sumur-sumur masyarakat.

"Walaupun sekarang air sumur juga masih ada dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi masyarakat harus tetap tahu kadar pemakaian air yang bijak," katanya.

Dia juga mengatakan, berdasarkan pemetaan, di wilayah Bantul yang rawan terdampak kekeringan seperti di sebagian wilayah Kecamatan Dlingo, Pundong, Imogiri, Piyungan. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan relawan untuk memantau kondisi wilayahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.