Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DNA Tunjukkan Suku Maya Rutin Adakan Pengorbanan Manusia

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
DNA Tunjukkan Suku Maya Rutin Adakan Pengorbanan Manusia Doc: Marte REBOLLAR/AFP

Wilayah huni Suku Maya di Amerika tengah termasuk dalam kawasan rawan bencana. Masyarakat kuno itu percaya, dengan memberi pengorbanan akan meredakan amarah para dewa.

Maya merupakan sebuah peradaban kuno di wilayah di Amerika tengah (mesoamerika) yang reruntuhannya masih bisa dijumpai. Wilayah meliputi Meksiko tenggara, seluruh wilayah Guatemala dan Belize, serta bagian barat Honduras dan El Salvador.

Kawasan berupa dataran rendah di Semenanjung Yukatan di utara dan Dataran Tinggi Sierra Madre yang terbentang dari Negara Bagian Chiapas di Meksiko hingga Guatemala bagian selatan dan El Salvador, serta dataran rendah di wilayah pesisir Samudra Pasifik di selatan.

Wilayahnya yang terbentuk oleh tumbukan lempeng tektonik Cocos sehingga cukup rawan dari bencana gempa bumi, letusan gunung berapi, kekeringan, banjir besar, hingga penyakit menular. Mereka percaya, semua itu disebabkan oleh kehendak dewa sebagai pengendalinya. Untuk meredam amarahnya diperlukan pengorbanan manusia.

Bukti terbaru tentang pengorbanan manusia di wilayah tersebut ditemukan di reruntuhan kota metropolitan Maya Chichén Itzá. Di sini para arkeolog dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Yucatán di Mérida, Meksiko menemukan adanya tanda-tanda dari ritual pengorbanan.

Sebuah ukiran di dekat lapangan bola terkenal di kota kuno itu menggambarkan kepala yang terpenggal, darah menyembur. Sedangkan sisa-sisa ratusan korban telah ditemukan dari Cenote Suci, sebuah lubang pembuangan selebar 60 meter.

Dari studi DNA kuno ditemukan orang yang dikorbankan masih belia, hal ini menambah wawasan tentang profil mereka yang layak dikorbankan. Studi yang diterbitkan hari ini di Nature menganalisis genom dari tengkorak puluhan anak-anak dan bayi yang ditemukan dari ruang bawah tanah di situs Maya yang berada di negara Meksiko.

Ditemukan bahwa mereka semua laki-laki, dan sejumlah yang mengejutkan adalah kerabat dekat, termasuk saudara kembar identik. "Ini sangat, sangat mencengangkan," kata rekan penulis studi Oana Del Castillo-Chávez, seorang antropolog biologi di Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Yucatán di Mérida, Meksiko.

"Sisa-sisa dari Cenote Suci termasuk anak laki-laki dan perempuan, dan tidak ada bukti dari Chichén Itzá atau kota-kota Maya kuno lainnya yang memiliki kerabat dekat yang dikorbankan," tambah Del Castillo-Chávez.

Korban muda dalam studi saat ini memiliki hubungan dekat dengan orang-orang yang sekarang tinggal di dekat Chichén Itzá. Genom mereka membawa perubahan yang mungkin terkait dengan paparan nenek moyang mereka terhadap epidemi pada abad keenam belas.

Pengorbanan Rutin

Chichén Itzá adalah salah satu kota terpenting dalam peradaban Maya kuno, terutama antara 800 dan 1000 M, ketika wilayah lain di benua Amerika mengalami kemunduran. Pengorbanan anak secara ritual tampaknya telah menjadi acara rutin di Chichén Itzá, tetapi banyak aspek dari praktik tersebut masih belum jelas.

Anak-anak yang dianalisis oleh Del Castillo-Chávez dan rekan-rekannya ditemukan pada 1960-an di sebuah ruang bawah tanah yang disebutchultúndan sebuah gua di sebelahnya, dekat Sacred Cenote. Sisa-sisa jasad tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, tetapi mereka ditemukan sebagai bagian dari sebuah kuil, yang sekarang hancur karena pekerjaan konstruksi.

Dengan harapan untuk mengidentifikasi jenis kelamin jasad tersebut dan untuk mendapatkan wawasan genetik lainnya. Del Castillo-Chávez bekerja sama dengan imunogenetika Rodrigo Barquera dan paleogenetika Johannes Krause di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman, dan rekan-rekan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.