Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NATO Mengincar Kerja Sama dengan Perusahaan Teknologi untuk Pertahanan Luar Angkasa

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 12:50 WIB | Oleh:
NATO Mengincar Kerja Sama dengan Perusahaan Teknologi untuk Pertahanan Luar Angkasa Doc: Spaceaustralia
Ket. Ilustrasi

NATO telah merencanakan untuk bekerja lebih dekat dengan sektor komersial untuk memenuhi ambisinya dalam pertahanan luar angkasa. Sektor komersial yang NATO tuju adalah perusahaan dan start-up bidang teknologi yang mengembangkan dan menawarkan teknologi terkait luar angkasa.

Beberapa hal yang mereka (perusahaan dan start-up) tawarkan seperti satelit yang dapat mengolah data, kecerdasan buatan untuk analisis militer, dan teknologi lain yang dapat digunakan untuk keperluan pertahanan.

Dikabarkan dari Euronews, beberapa start-up dan perusahaan telah melakukan pertemuan dengan pejabat NATO pada awal bulan Juli di simposium luar angkasa di Toulouse, Prancis.

Pada pertemuan ini, Preligens, sebuah perusahaan Prancis telah memamerkan sistem kecerdasan buatan mereka (Preligens) yang menunjukkan apa yang terjadi di dunia, terutama di Korea Utara, Cina, dan Rusia lewat pemrosesan datanya.

Dengan teknologi dari Preligens, seseorang dapat mengetik ke komputer mengenai lokasi pangkalan udara Engels di Rusia. Lalu, semua pesawat militer dan perubahan aktivitas dapat dilihat secara langsung.

Data yang besar semacam ini seharusnya dapat memakan waktu dua hingga empat jam untuk menganalisisnya. Namun, teknologi ini dapat melakukannya dengan durasi beberapa menit dan dapat menunjukkan tingkat akurasi 95 persen.

NATO mengatakan bahwa prioritas mereka (NATO) saat ini ialah luar angkasa. Hal ini tercetus pada tahun 2019 yang mana saat itu sekutu telah mengadopsi kebijakan luar angkasa NATO dan mengakui luar angkasa sebagai domain baru, selain udara, darat, dan laut.

Bekerja dengan sektor komersial merupakan hal yang penting bagi NATO dan Kementerian Pertahanan Prancis. Mereka (NATO dan Kementerian Pertahanan Prancis) menganggap bahwa sektor komersial merupakan sektor yang langka dan produk teknologinya berkembang dengan cepat.

Meskipun Perusahaan dan start-up dengan NATO memiliki kecocokan dengan kerja sama ini, terjadi adanya hambatan dalam proses pertukaran informasi.

Seorang pejabat NATO mengatakan sektor komersial mengalami kesulitan dalam aliran informasi, seperti teknologi apa saja yang NATO butuhkan di masa depan.

Klasifikasi di beberapa informasi juga menjadi hambatan bagi start-up dan perusahaan untuk mengetahui lebih dekat dengan rencana NATO mengenai pertahanan luar angkasa.

"Perusahaan teknologi luar angkasa mengalami kesulitan dengan kompleksitas organisasi pemerintah, serta dengan NATO yang memiliki pintu masuk yang berbeda, kontrak kerja yang berbeda," kata pejabat NATO lewat konferensi pers.

Meskipun NATO membuka diri dengan mulai menggaet sektor komersial, masih ada sistem yang diterapkan untuk mencegah konflik geopolitik dan kepentingan komersial.

"Salah satu pertanyaan pertama yang kami ajukan adalah apakah akan ada pihak ketiga di tengah kerja sama ini? Apakah itu perusahaan yang bekerja dengan Partai Komunis Tiongkok? Jadi kami melakukan pemeriksaan akan hal tersebut," ujar Darren Whiteley, Deputi Direktur Kebijakan dan Rencana Komando Angkatan Luar Angkasa AS, dikutip dari EuroNews (14/6).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.