Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes Sebut Peningkatan Jumlah dan Kasus WNI Tantangan yang Harus Dihadapi KBRI Tokyo

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dubes Sebut Peningkatan Jumlah dan Kasus WNI Tantangan yang Harus Dihadapi KBRI Tokyo Doc: Antara/KBRI Tokyo
Ket. Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam Rakor Pelayanan Publik dan Perlindungan WNI.

Tokyo - Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi menyebut bahwa peningkatan jumlah warga negara Indonesia (WNI) serta kasus yang terjadi merupakan tantangan yang harus dihadapi olehKBRI Tokyo.

"Naiknya jumlah WNI di Jepang dibarengi dengan semakin banyaknya kasus yang terjadi, akan menjadi tantangan bagi KBRI Tokyo, terutama untuk memastikan layanan publik dan pelindungan prima bagi WNI," katanya di Tokyo, Jumat.

Dia menyebutkan jumlah WNI di Jepang hingga akhir 2023 telah mencapai 149.101 orang atau naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pelayanan publik dan pelayanan WNI kawasan Asia Timur dan Pasifik Oceania di mana KBRI Tokyo yang menjadi tuan rumah kegiatan yang berlangsung 13-15 Juni itu.

Heri juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pejabat yang membawahi bagian pelayanan publik dan pelindungan WNI.

"Selain melakukan pelayanan dan pelindungan, pejabat di bidang protokol dan konsuler juga bertanggung jawab terhadap fasilitasi bagi pejabat VIP, sehingga beban yang diemban cukup berat," tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Didik Eko Pujianto menyampaikan pentingnya standar khusus pelayanan publik dan pelindungan WNI untuk memastikan kenyamanan dan kecepatan pelayanan.

"Dengan adanya sosial media, masyarakat dapat segera mengungkapkan ketidakpuasannya kepada publik ketika mereka merasa kurang nyaman," katanya.

Rapat berlangsung secara hibrida dan dihadiri 33 orang peserta dari 16 Perwakilan RI di Asia Timur dan Pasifik Oceania antara lain KBRI Beijing, Canberra, Port Moresby, Nairobi, Seoul, Suva, Wellington, KJRI Guangzhou, Hong Kong,Perth, Sydney, Osaka, Noumea, Darwin, Vanimo, dan KDEI Taipei.

Berbagai topik yang dibahas, di antaranya seputar permasalahan WNI yang dihadapi, seperti ketenagakerjaan, overstayer, WNI meninggal dunia, Anak Buah Kapal (ABK), dan anak-anak dengan kewarganegaraan ganda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.