Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Emisi Dinitrogen Oksida yang Melonjak Menjadi Ancaman Iklim

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 00:11 WIB | Oleh:
Studi: Emisi Dinitrogen Oksida yang Melonjak Menjadi Ancaman Iklim Doc: ISTIMEWA
Ket. Pemanasan Global

CANBERRA - Menurut temuan penelitian Global Nitrous Oxide Budget yang diterbitkan pada hari Rabu (12/6), emisi global nitrous oksida, jenis gas rumah kaca yang kuat, telah melampaui perkiraan dan menempatkan tujuan perubahan iklim dalam bahaya.

Berdasarkan jutaan pengukuran atmosfer di seluruh dunia, laporan tersebut mengungkapkan peningkatan tajam kadar oksida nitrat yang berhubungan dengan manusia.

Dikutip dari The Business Times, temuan ini meningkatkan kekhawatiran para peneliti terlalu sedikit upaya yang dilakukan untuk mengendalikan gas, yang sebagian besar dihasilkan oleh pertanian.

Nitrous oksida memanaskan atmosfer bumi 300 kali lebih efektif dibandingkan karbon dioksida dan dapat bertahan selama lebih dari satu abad. Menurut studi yang mengandalkan keahlian 58 peneliti internasional ini, emisi melonjak 40 persen dalam empat dekade hingga tahun 2020.

Akibatnya, kadar gas di atmosfer meningkat menjadi 336 bagian per miliar pada tahun 2022, peningkatan sebesar 25 persen dibandingkan tingkat pra-industrialisasi.

Penulis utama laporan, Hanqin Tian dari Boston College, mengatakan lonjakan tersebut jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya oleh panel ilmuwan iklim PBB, Intergovernmental Panel on Climate Change.

"Emisi oksida nitrat harus diturunkan jika pemanasan global ingin dibatasi pada target Perjanjian Paris sebesar 2 derajat Celsius," kata Tian.

Mengurangi emisi dinitrogen oksida adalah satu-satunya solusi karena saat ini belum ada teknologi yang dapat menghilangkan dinitrogen oksida dari atmosfer.

Mencemari Tanah

Nitrous oksida adalah salah satu dari tiga gas rumah kaca utama, bersama dengan karbon dioksida dan metana, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Hal ini juga mencemari tanah, air, dan udara, serta menipisnya lapisan ozon.

"Peningkatan emisi ini terjadi ketika gas rumah kaca global seharusnya menurun dengan cepat menuju emisi nol bersih jika kita memiliki peluang untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim," kata Tian.

Pertanian adalah penyebab terbesar, menyumbang hampir tiga perempat dari oksida nitrat yang disebabkan oleh manusia atau antropogenik, dalam 10 tahun hingga tahun 2020. Penyebab lainnya adalah bahan bakar fosil, limbah dan air limbah, serta pembakaran biomassa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.