- Home
-
- Luar Negeri
-
- UNEP Peringatkan Aksi Ikli...
UNEP Peringatkan Aksi Iklim Global Telah Gagal Hentikan Deforestasi
Rabu, 12 Jun 2024, 00:02 WIBNAIROBI - Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Environment Programme (UNEP) dalam laporannya, pada Senin (10/6), mengatakan negara-negara telah gagal memenuhi target untuk menghentikan deforestasi, mengancam upaya iklim global dan berisiko melakukan transisi menuju masa depan yang hijau, berketahanan, dan sejahtera.
Dikutip dari The Straits Times, laporan bertajuk Meningkatkan Ambisi, Mempercepat Aksi: Menuju Peningkatan Kontribusi Nasional untuk Hutan, badan PBB tersebut mengatakan banyak negara berada di luar jalur dalam mengatasi deforestasi, sebuah skenario yang dapat memperburuk krisis iklim, kemiskinan, kelaparan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Dikatakan target pengurangan gas rumah kaca yang diajukan negara-negara antara tahun 2017 dan 2021 gagal memenuhi tujuan ambisius untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan pada tahun 2030.
Laporan tersebut menekankan hutan merupakan kunci dalam mengatur iklim, kualitas udara, dan air serta merupakan salah satu cara utama alam menyerap dan menyimpan karbon dioksida, gas rumah kaca utama.
Ancam Kehidupan Warga
Hutan juga menyediakan rumah bagi penyerbuk tanaman pangan dan kehancurannya mengancam penghidupan jutaan masyarakat adat.
"Setelah tujuan para pemimpin dunia pada tahun 2020 untuk mengurangi separuh hilangnya hutan tidak tercapai, kita harus memastikan tujuan tahun 2030 tidak mengalami nasib yang sama," kata Penjabat Direktur Divisi Iklim UNEP, Dechen Tsering, dalam sebuah pernyataan.
"Rencana aksi iklim, yang dijadwalkan pada tahun 2025, harus memiliki tujuan yang ambisius, konsisten, rinci, tepat sasaran, dan dapat ditindaklanjuti untuk konservasi, restorasi, dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan," tambahnya.
Sejauh ini, hanya delapan dari 20 negara yang paling bertanggung jawab atas perusakan hutan tropis yang telah sepenuhnya mengintegrasikannya ke dalam aksi iklim nasional mereka, yang juga dikenal sebagai kontribusi yang ditentukan secara nasional, menurut laporan UNEP.
Laporan ini menambahkan hutan mempunyai potensi untuk berkontribusi terhadap sepertiga upaya pengurangan emisi gas rumah kaca global, sebagaimana diuraikan dalam Perjanjian Paris PBB tahun 2015, yang merupakan pakta iklim utama dunia.
Menurut laporan tersebut, pendanaan berkelanjutan terhadap konservasi hutan harus dibarengi dengan harmonisasi kebijakan iklim nasional dan perundang-undangan untuk mempercepat transisi hijau.
"Penerapan kebijakan yang mendorong praktik ekonomi berkelanjutan yang lebih luas, misalnya pendekatan bioekonomi, dapat membantu mendorong perubahan ekonomi jangka panjang, menyediakan lapangan kerja dan menjaga keutuhan hutan," kata laporan tersebut.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kementerian ESDM Pastikan Tambang Nikel Pulau Gag Tak Langgar Aturan
-
Dokter Jelaskan Pentingnya Batasan saat Ajarkan Anak Hidup Bersih
-
Modernisasi Museum di Jakarta: Mengubah Koleksi Sejarah Jadi Narasi Visual Berbasis AI
-
Gubernur Lampung: Sertifikasi Halal Buka Peluang Produk Lokal ke Pasar Global
-
Mutasi Baru Virus Ebola Terdeteksi, Tingkat Infeksi Lebih Tinggi
-
Tarif Impor 19% Masih Mungkin Bisa Turun Sebelum 1 September 2025
-
116.027 Warga dan 22.991 Rumah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.