Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Hadirkan Perdamaian, Jerman Tegaskan Perlunya Gencatan Senjata yang Mendesak di Gaza

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Hadirkan Perdamaian, Jerman Tegaskan Perlunya Gencatan Senjata yang Mendesak di Gaza Doc: ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Ket. Ilustrasi- Orang-orang menunggu untuk menerima bantuan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan.

Berlin - Jerman pada Senin menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata di Gaza yang dilanda perang menyusul serangan mematikan Israel yang tiada henti selama akhir pekan.

Berbicara kepada pers di Berlin, Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Christian Wagner menyatakan dukungannya terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan menyebutnya "sangat positif."

"Saya pikir kejadian akhir pekan ini sekali lagi menggarisbawahi betapa mendesaknya kita membutuhkan perjanjian ini, betapa mendesaknya kita membutuhkan gencatan senjata, betapa mendesaknya kita membutuhkan pembebasan sandera yang tersisa dan lebih banyak bantuan kemanusiaan di Gaza," kata Wagner.

Jumlah korban tewas dalam serangan militer terbaru Israel di Jalur Gaza dilaporkan meningkat menjadi 226 orang dan lebih dari 400 orang terluka, menurut Kantor Media Pemerintah di Gaza.

Serangan militer pada Sabtu (8/6) melalui udara, darat dan laut di Nuseirat dan Deir el-Balah di Gaza tengah adalah yang terburuk sejak bulan Oktober dan para dokter menggambarkan pemandangan di dalam Rumah Sakit Al-Aqsa sebagai pertumpahan darah total.

Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.

Lebih dari 37.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza dengan sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Sedangkan hampir 84.500 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang keputusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.