- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hasil Studi: Perubahan Ikl...
Hasil Studi: Perubahan Iklim Meningkat Sangat Cepat
Kamis, 06 Jun 2024, 00:00 WIBPARIS - Sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (5/6) menyebutkan perubahan iklim mengalami percepatan pada laju tercepat sejak pencatatan dimulai, puluhan ilmuwan memperingatkan dalam. Khususnya selama setahun terakhir, planet ini tidak pernah sepanas ini.
Diterbitkan dalam jurnal Earth System Science Data, studi tersebut menemukan pemanasan global telah meningkat sebesar 0,26C antara tahun 2014 dan 2023.
Dikutip dari Radio France Internationale (RFI), pada periode yang sama, rata-rata suhu permukaan global mencapai 1,19 Celsius di atas suhu acuan pra-industri pada tahun 1850-1900.
Pada tahun 2023 terjadi peningkatan sebesar 1,43 Celsius yang dipicu oleh pola cuaca El Nino yang terjadi secara alami.
Laju pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya ini terjadi seiring dengan semakin tertutupnya peluang untuk membatasi kenaikan suhu sesuai dengan target yang ditetapkan secara internasional.
Pada akhir tahun 2023, aktivitas manusia telah mendorong suhu hingga 1,31 Celsius. Mengingat bulan Mei mungkin akan menjadi bulan ke-12 berturut-turut di mana suhu global akan memecahkan rekor, laporan itu mengatakan ambang batas target sebesar 1,5 derajat Celsius sudah sangat dekat.
"Sisa anggaran karbon (jumlah karbon dioksida yang dapat dilepaskan sebelum mencapai pemanasan 1,5 Celsius) kini hanya sekitar 200 gigaton atau sekitar lima tahun emisi saat ini," kata laporan itu.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap panas adalah berkurangnya partikel polusi tertentu di atmosfer yang memantulkan sebagian energi Matahari kembali ke luar angkasa. Namun, sejauh ini penyebab utama pemanasan global adalah emisi gas rumah kaca yang berada pada titik tertinggi sepanjang masa.
Laporan ini merupakan bagian dari serangkaian penilaian iklim berkala yang dirancang untuk mengisi kesenjangan antara laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB yang dikeluarkan rata-rata setiap enam tahun sejak tahun 1988.
Laporan ini dikeluarkan ketika para diplomat dari seluruh dunia bertemu di Jerman untuk melakukan pembicaraan iklim pertengahan tahun menjelang KTT Conference of the Parties 29 (Cop- 29) PBB, di Azerbaijan, pada bulan November.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Asik, Kini Ratusan Pramuwisata Kalbar Terima Tip via QRIS GoPay Merchant
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Banjir Bandang Aceh Tengah Hantam Lagi, 2 Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
-
Old Trafford Tamat? Bos Proyek MU Buka Suara Soal Kapan Stadion Baru Resmi Dibuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.