Kenali 3 Tipe dan Gejala Radang Usus Besar
📅 Senin, 03 Jun 2024, 21:45 WIB | Oleh: Haryo BronoIa menerangkan, penanganan pasien IBD memerlukan kerjasama multidisiplin karena manifestasinya dapat multiorgan. IBD center RS Abdi Waluyo memberi serangkaian layanan terpadu oleh dokter-dokter spesialis dan subspesialis dari berbagai bidang, di antaranya pelayanan spesialisasi gastroenterologi, bedah digestif, nutrisi, perawatan psikososial, dan pelayanan lainnya.
Pelayanan holistik yang dihadirkan diantaranya berupa konsultasi awal, penilaian profil risiko dan potensi komplikasi pada perjalanan penyakit IBD, penilaian pola makan oleh dokter spesialis gizi klinik. Selain itu juga dilakukan dukungan psikologis, tinjauan pengobatan terkini, penilaian kesehatan preventif tahunan, serta pemantauan penyakit yang berkelanjutan.
"Pemberian pelayanan pasien secara personal, multidisiplin, dan komprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit radang usus ini," kata Prof. Marcel.
Karena kasus IBD seringkali kompleks dan berat, untuk meningkatkan pelayanan pasien IBD, RS Abdi Waluyo bekerja sama dengan University of Chicago, melalui diskusi kasus sulit, kerja sama simposium dan sesi mini lecture. Kerjasama ini sudah dirintis sejak tahun 2023 dan tetap berlanjut hingga saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait IBD ini, salah satu hal penting yang juga harus diperhatikan adalah nutrisi bagi pasien. Pada kesempatan yang sama, dr. Nathania S. Sutisna, SpGK, spesialis gizi klinik RS Abdi Waluyo mengatakan, Beberapa faktor risiko IBD berasal darisisi nutrisi, yaitu akibat seringnya mengkonsumsi ultra processed food dan bahan aditif makanan.
"Oleh sebab itu, pola makan pasien IBD harus diubah dan disesuaikan dengan pengobatan utama. Saat timbul gejala, pasien harus memperhatikan kebutuhan kalori dan protein yang lebih tinggi dibanding saat mereka sehat, serta perhatikankeseimbangan cairan," ucapnya
Sedangkan saat tanpa gejala (remisi), nutrisi perlu diatur agar dapat mengembalikan status gizi pasien, dan makanan diberikan secara bertahap sambil tetap memantau gejala. Saat didiagnosis IBD, pasien perlu memahami bahwa proses peradangan pada penyakit ini dapat mereda jika berkomitmen menjalani pengobatan dan modifikasi gaya hidup salah satunya dengan mengatur pola makan dan nutrisi sesuai dengan tingkatan IBD serta berolahraga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Oleh sebab itu, selain kesadaran dan pengetahuan untuk pasien, IBD juga perlu diketahui oleh keluarga dan caregiver sehingga bisa memberi support dan menjaga kepatuhan bagi pasien, serta dukungan psikososial agar terhindar dari depresi dan kecemasan," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!