Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Masih Rawan Koreksi

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 09:02 WIB | Oleh:
IHSG Masih Rawan Koreksi Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negatif, hari ini (30/5). Sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal, dinilai masih menekan kinerja rupiah.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG bakal dipengaruhi fluktuasi harga komoditas global, pelemahan rupiah terhadap dollar AS dan sikap investor yang menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Kamis (30/5), masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 7.052 dan resistance 7.298.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/5) sore, ditutup melemah dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur. IHSG ditutup melemah 113,39 poin atau 1,56 persen ke posisi 7.140,22, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,63 poin atau 1,62 persen ke posisi 886,17.

"IHSG bergerak di zona merah yang terseret dari sentimen eksternal," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak melemah yang tampaknya dipengaruhi sentimen dari kenaikan imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun yang naik hampir 10 basis poin (bps) menjadi 5,54 persen, sehingga pelaku pasar menahan diri masuk ke asset keuangan equity.

Kenaikan imbal hasil tersebut dampak dari sikap petinggi The Fed, yaitu Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari yang mengatakan bahwa tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi muncul kembali.

Selain itu, Neel Kashkari juga menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa The Fed harus menunda pemotongan suku bunga sampai inflasi membaik secara signifikan, dan bahkan mungkin menaikkan suku bunga apabila inflasi gagal turun lebih jauh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
    Goblok. Orderan saja ga pernah dikasih jika ga ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pos Polisi Lalu Lintas Marg...
Luar Negeri
Kota Wina Digugat soal Tari...
Luar Negeri
Krisis Air Makin Parah! War...
Olahraga
Drama 6 Gol! AC Milan Menan...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.