Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tren Kenaikan Klaim Asuransi Kesehatan Masih Terus Berlanjut di 2024

📅 Rabu, 29 Mei 2024, 21:02 WIB | Oleh:
Tren Kenaikan Klaim Asuransi Kesehatan Masih Terus Berlanjut di 2024 Doc: istimewa
Ket. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon (tengah) bersama Kepala Departemen Insurtech AAJI, Hengky Djojosantoso (kanan) dan Ketua Bidang Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, GCG AAJI, Fauzi Arfan memaparkan kinerja Industri Asuransi Jiwa Indonesia Kuartal I-2024 di Jakarta, Rabu (29/5)

JAKARTA- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) saat melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa untuk periode Januari-Maret 2024 di Jakarta, Rabu (29/5) menyatakan bahwa tren kenaikan klaim asuransi kesehatan masih terus berlanjut di kuartal I-2024. Bahkan, rasio premi asuransi kesehatan dibanding klaim yang dibayarkan sudah mencapai 138 persen.

Hal itu berarti, khusus untuk produk asuransi kesehatan, perusahaan asuransi sebenarnya sudah merugi, sehingga harus mengambil berbagai langkah agar produk kesehatan tetap bisa ditawarkan ke masyarakat tetapi tidak sampai merugi.

Khusus pada kuartal I-2024, klaim asuransu kesehatan masih mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni 29,4 persen dengan total nilai klaim sebesar 5,96 triliun rupiah.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengatakan di awal tahun 2024, industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan sebesar 60,71 triliun rupiah. Pencapaian kinerjayang positif itu menjadi modal yang baik bagi industri untuk terus bertumbuh di sepanjang tahun 2024.

"Sepanjang periode Januari hingga Maret 2024, industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan sebesar 60,71 triliun rupiah atau meningkat sebesar 11,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Kenaikan ini salah satunya dipengaruhi oleh naiknya pendapatan premi lanjutan," ungkap Budi.

Sebagai sumber utama pendapatan perusahaan, total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada periode Januari-Maret 2024 mencapai 46 triliun rupiah atau meningkat 0,9 persen jika dibandingkan dengan pendapatan premi di periode yang sama tahun 2023 lalu.

"Hasil tersebut didorong oleh pendapatan premi lanjutan yang naik sebesar 3,3 persen menjadi 19,35 triliun rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran para pemegang polis akan proteksi jangka panjang asuransi jiwa semakin baik, sehingga tujuan industri asuransi jiwa untuk memberikan perlindungan keuangan kepada keluarga Indonesia di masa yang akan datang dapat terwujud," kata Budi.

Sementara itu, sumber pendapatan lain seperti hasil investasi juga tercatat positif dengan total pendapatan hasil investasi sebesar 12,32 triliun rupiah atau meningkat 99,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023," lanjut Budi.

Budi mengatakan untuk total tertanggung, sampai dengan Maret 2024 ini tercatat sebanyak 81,76 juta orang dengan total uang pertanggungan sebesar 5.495,88 triliun rupiah.

"Dari data tersebut dapat menggambarkan bahwa setiap individu yang mempunyai asuransi jiwa rata-rata memiliki uang pertanggungan sebesar 67 juta rupiah. Jika dibandingkan dengan nilai upah minimum Jakarta saat ini sebesar 5,6 juta rupiah maka dari angka tersebut dapat disimpulkan bahwa industri asuransi jiwa dapat memberikan ketahanan keuangan keluarga kepada setiap pemegang polis selama kurang lebih 12 bulan jika terjadi risiko yang mengakibatkan kerugian finansial," papar Budi

Produk Individu

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, GCG AAJI, Fauzi Arfan memaparkan bahwa di awal tahun 2024 ini secara umum total klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa cenderung menurun. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan klaim asuransi kesehatan yang terus mengalami peningkatan.

"Pada periode Januari hingga Maret 2024 ini industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim sebesar 42,93 triliun rupiah. Hasil tersebut tercatat menurun 5,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023," kata Fauzi.

Penurunan total klaim itu disebabkan oleh menurunnya pembayaran untuk klaim meninggal dunia, nilai tebus (surrender) dan klaim lainnya. Sementara untuk klaim asuransi kesehatan justru mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni 29,4 persen dengan total nilai sebesar 5,96 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.