Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sandiaga: Jamu Berkontribusi Bagi Pariwisata dan Ekonomi

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sandiaga: Jamu Berkontribusi Bagi Pariwisata dan Ekonomi Doc: kemenparekraf.go.id
Ket. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan bahwa jamu berkontribusi positif bagi pariwisata serta ketahanan ekonomi kreatif sehingga perlu untuk ditingkatkan pemanfaatannya.

"Jamu sebagai warisan budaya Indonesia perlu peningkatan exposure dari pemanfaatannya agar terus berkontribusi positif bagi pertumbuhan dan ketahanan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga saat memberikan sambutan secara virtual dalam Peringatan Hari Jamu Nasional 2024 di Jakarta, Senin (27/5).

Menparekraf menyampaikan, dalam sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Republik Botswana yang berlangsung pada 6 Desember 2023 lalu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Kemenparekraf bersama Dewan Jamu Indonesia (DJI) berkolaborasi agar penggunaan atau pemanfaatan jamu terus meluas di sektor pariwisata dan kalangan generasi muda. Dengan dijadikannya jamu sebagai warisan budaya asli Indonesia, Sandiaga berharap generasi muda terus bersama-sama melestarikan budaya sehat untuk masa depan.

"Mari kita jaga Indonesia tetap sehat dan bugar. Saya konsumsi jamu, Anda juga harus konsumsi jamu," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Itok Parikesit, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong pemanfaatan jamu sebagai salah satu wisata kebugaran (wellness tourism). Adapun tujuannya agar Indonesia menjadi destinasi wellness tourism sekaligus penghasil produk-produk kebugaran yang berdaya saing secara global.

"Negara tetangga kita memiliki wellness tourism juga, tetapi yakinlah Indonesia bisa menghasilkan produk-produk wellness di atas mereka," kata Itok.

Ia mengatakan, komoditas wellness tourism di Indonesia yang tertinggi terdiri dari makanan sehat (healthy food), personal care and beauty (kecantikan), serta traditional natural medicines (obat tradisional). Menurut dia, jamu merupakan salah satu produk yang banyak digunakan dalam wellness tourism sehingga berpotensi untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenparekraf terus mengenalkan jamu sebagai bagian dari wellness tourism ketika melakukan promosi di luar negeri.

"Ini momentum kita untuk melestarikan serta mengembangkan pemanfaatan jamu sebagai warisan budaya bangsa yang tidak hanya memiliki manfaat ekonomi, tetapi juga untuk kesehatan," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.