Presiden Lithuania Terpilih Kembali Ditandai dengan Ketakutan akan Russia
📅 Senin, 27 Mei 2024, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/PETRAS MALUKAS
VILNIUS - Presiden Lithuania Gitanas Nauseda menang telak dalam pemilihan umum yang digelar Minggu (26/5) yang ditandai dengan kekhawatiran pertahanan terhadap negara tetangganya, Russia.
Penghitungan yang diterbitkan oleh komisi pemilihan menunjukkan, Nauseda memenangkan 74,6 persen suara dengan 90 persen surat suara dihitung setelah pemungutan suara ditutup pada putaran kedua.
Para pemilih "telah memberi saya mandat kepercayaan yang besar dan saya sadar saya harus menghargai ini," kata Nauseda (60) kepada wartawan di Vilnius.
"Dengan pengalaman saya selama lima tahun, saya yakin pasti bisa memanfaatkan permata ini dengan baik, pertama-tama untuk mencapai tujuan kesejahteraan seluruh rakyat Lithuania," ujarnya.
Lawannya, Perdana Menteri Ingrida Simonyte, meraih 23,8 persen suara dan mengucapkan selamat kepada Nauseda dalam komentarnya kepada wartawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Lithuania mengarahkan kebijakan pertahanan dan luar negeri, menghadiri KTT Uni Eropa dan NATO, namun harus berkonsultasi dengan pemerintah dan parlemen mengenai penunjukan pejabat paling senior.
Meskipun para kandidat sepakat dalam hal pertahanan, mereka memiliki pandangan berbeda mengenai hubungan Lithuania dengan Tiongkok, yang telah tegang selama bertahun-tahun karena Taiwan.
Kedua kandidat sepakat bahwa negara anggota NATO dan UE yang berpenduduk 2,8 juta jiwa itu harus meningkatkan belanja pertahanan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari Russia, dan untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah baru-baru ini mengusulkan kenaikan pajak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemerdekaan dan kebebasan Lithuania ibarat kapal rapuh yang harus kita hargai, lindungi, dan cegah agar tidak retak," kata Nauseda kepada wartawan Minggu malam.
"Dengan terpilihnya kembali Gitanas Nauseda, kita akan melihat kesinambungan dalam kebijakan luar negeri dan keamanan, dimana presiden akan berusaha untuk tetap aktif," kata Rima Urbonaite, analis politik di universitas Mykolas Romeris, kepada AFP.
Takut akan Perang
Vilnius khawatir akan menjadi sasaran berikutnya jika Moskow ingin memenangkan perang melawan Ukraina.
Lithuania adalah donor penting bagi Ukraina yang telah berperang melawan Russia sejak invasi 2022. Negara ini telah menjadi negara dengan belanja pertahanan yang besar, dengan anggaran militer sebesar 2,75 persen PDB.
Mereka bermaksud membeli tank dan sistem pertahanan udara tambahan, dan menjadi tuan rumah bagi brigade Jerman, karena Berlin berencana menyelesaikan penempatan sekitar 5.000 tentara pada tahun 2027.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!