Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovasi dan Produktivitas RI Tertinggal di Antara ASEAN-6, Bagaimana Mengatasinya?

📅 Senin, 27 Mei 2024, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

ASEAN-6 merujuk pada negara-negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, melingkupi Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Di antara negara-negara tersebut, Indonesia adalah satu-satunya negara dengan TFP negatif. Lima negara lainnya memiliki TFP positif terhadap pertumbuhan (Singapura 1,6%, Malaysia 1,9%, Thailand 1,4%, Filipina 1% dan Vietnam 0,3%).

Jika lambannya pertumbuhan produktivitas dan level negatif TFP ini berlanjut, perekonomian Indonesia akan terpapar pada berbagai risiko, termasuk stagnasi:

Pertama, perekonomian akan rentan terhadap faktor eksternal seperti aliran masuk modal, gejolak harga komoditas, dan perlambatan ekonomi global karena tak dapat mengandalkan produktivitasnya sendiri.

Kedua, TFP negatif menunjukkan rendahnya tingkat inovasi dan kemajuan teknologi. Ini membatasi kemampuan Indonesia untuk memperluas ragam perekonomiannya (diversifikasi) ke sektor bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di tingkat global.

Ketiga, meningkatnya ketergantungan terhadap utang untuk membiayai investasi infrastruktur terutama ketika pendapatan negara tidak mencukupi.

Keempat, stagnasi ekonomi dalam jangka panjang membuat Indonesia terjebak dalam perangkap pendapatan menengah karena tak mampu mengejar ketertinggalan dari negara maju.

Kelima, terbatasnya peluang bagi generasi mendatang dan terhambatnya mobilitas sosial akibat stagnasi ekonomi.

Terakhir, stagnasi ekonomi akan membatasi kemampuan kita dalam menghadapi triple planetary crisis-perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi-akibat tak mampu berinovasi dan mengadopsi teknologi tepat guna.

Membalikkan tren penurunan pertumbuhan produktivitas

Ada enam hal yang bisa Indonesia lakukan untuk meredam penurunan produktivitas.

Pertama, Indonesia perlu meningkatkan inovasi dan adopsi teknologi melalui peningkatan investasi pemerintah dan swasta dalam riset dan pengembangan. Hal ini termasuk memperkuat lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan kawasan terpadu sains dan teknologi. Indonesia juga perlu memfasilitasi transfer teknologi termasuk akuisisi dan penciptaan teknologi domestik, dan mendorong transformasi digital untuk mendukung bisnis menerapkan otomatisasi, kecerdasan buatan, algoritma, dan robotik supaya beroperasi lebih efisien dan produktif.

Kedua, meningkatkan sumber daya manusia dengan mendongkrak kualitas dan aksesibilitas pendidikan di semua jenjang. Hal ini dilakukan dengan membekali tenaga kerja dengan keterampilan dan pengetahuan; mendorong pendidikan STEM (sains, teknologi, rekayasa, dan matematika) untuk menyiapkan talenta inovatif; mempromosikan pembelajaran seumur hidup agar tenaga kerja dapat beradaptasi dengan perubahan tuntutan kerja. Selain itu, pengembangan pasar kerja melalui peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan yang fleksibel dalam mendorong penciptaan lapangan kerja juga perlu dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.