Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembicaraan Perjanjian Pandemi Berakhir Tanpa Kesepakatan

📅 Minggu, 26 Mei 2024, 12:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembicaraan Perjanjian Pandemi Berakhir Tanpa Kesepakatan Doc: AFP/KAIN COFFRINI/Getty Images
Ket. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara pada konferensi pers di Jenewa pada April 2023.

JENEWA - Negosiasi mengenai perjanjian global penting mengenai penanganan pandemi di masa depan berakhir pada hari Jumat (24/5) tanpa kesepakatan, meskipun banyak negara mengatakan ingin terus mendorong tercapainya kesepakatan.

Negara-negara yang terdampak oleh kehancuran yang disebabkan Covid-19 - yang telah menewaskan jutaan orang, menghancurkan perekonomian, dan melumpuhkan sistem kesehatan - telah menghabiskan waktu dua tahun untuk berupaya mewujudkan komitmen yang mengikat dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi ini.

Pembicaraan tersebut mendapatkan momentum pada minggu-minggu terakhir, namun gagal memenuhi tenggat waktu akhir sebelum Majelis Kesehatan Dunia digelar minggu depan, pertemuan tahunan 194 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Ini bukan sebuah kegagalan," tegas Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus ketika pembicaraan berakhir di markas besar WHO di Jenewa.

Dia mendesak negara-negara untuk melihatnya sebagai "kesempatan bagus untuk memberi energi kembali".

"Dunia masih membutuhkan perjanjian pandemi dan dunia perlu bersiap," komentarnya.

'Kita Belum Selesai'

Majelis yang berlangsung dari Senin hingga 1 Juni, akan mempertimbangkan dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Ketua bersama pembicaraan tersebut, Roland Driece dan Precious Matsoso, mengatakan kepada AFP bahwa negara-negara jelas ingin mencapai kesepakatan akhir.

"Ini bukanlah akhir," tegas Matsoso, sambil menekankan bahwa para menteri yang memutuskan menginginkan perjanjian pandemi akan menjadi pihak yang memutuskan langkah selanjutnya.

"Merekalah yang akan berkata, 'Oke, kamu belum menyelesaikan ini. Silakan kembali, selesaikan'," katanya.

Driece mengatakan rancangan yang akan mereka kirim ke majelis "bukanlah dokumen yang disepakati, namun merupakan sebuah dokumen - dan kami memulainya dengan selembar kertas kosong. Tanpa apa pun."

"Saya pikir akan sangat bodoh jika mereka tidak menyelesaikan ini," katanya.

Setelah bertukar pikiran, bertukar pikiran, dan selesai pada pukul 03.00 saat perundingan meningkat, Matsoso mengatakan 17 halaman dari 32 halaman telah sepenuhnya disetujui oleh negara-negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.