Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar Dingin

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 17:26 WIB | Oleh:
SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar Dingin Doc: Antara/Fandi Yogari
Ket. Foto udara penampakan kerusakan area pertanian di Kabupaten Tanah Datar akibat terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi, Jumat (24/5).

KABUPATEN TANAH DATAR - Kantor Pencarian dan Pertolongan atauSearch and Rescue(SAR) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya melakukan pencarian terhadap 10 warga Kabupaten Tanah Datar yang diduga terseret banjir lahar dingin pada Sabtu (11/5).

"Tim SAR gabungan masih terus berusaha mencari 10 korban yang merupakan warga Kabupaten Tanah Datar ke sejumlah sektor yang telah kita tentukan," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Tanah Datar, Jumat.

Abdul Malik mengatakan memasuki hari ke-14 setelah kejadian, tim pencarian belum berhasil menemukan tanda-tanda atau lokasi yang dicurigai. Namun, tim gabungan memastikan akan berusaha maksimal hingga berakhirnya masa perpanjangan pencarian korban, yakni 8 Juni 2024.

Sementara itu, untuk Kabupaten Agam pencarian telah dihentikan setelah korban terakhir ditemukan pada Rabu (22/5). Tim gabungan berhasil menemukan korban di daerah Jorong (dusun) Taluak, Nagari (desa) Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu atau tujuh kilometer dari pusat lokasi bencana.

Luasnya wilayah yang terdampak banjir lahar dingin saat kejadian menjadi salah satu tantangan bagi tim gabungan untuk menemukan 10 korban lainnya. Kemudian, kondisi itu diperparah oleh cuaca, seperti tingginya intensitas curah hujan selama beberapa hari terakhir.

"Yang pasti tim pencarian terus berupaya semaksimal mungkin mencari korban hilang, termasuk menyusuri aliran sungai," katanya.

Selain menggunakan anjing pelacak, tim gabungan juga menggunakan alat berat untuk membersihkan tumpukan material sisa-sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi. Sebab, bisa saja korban tertimbun, sehingga tidak diketahui.

Khusus pencarian di sepanjang aliran sungai yang berada di Kabupaten Sijunjung, Abdul Malik mengatakan akan mengevaluasi pencarian. Sebab, selama empat hari di lokasi tersebut, tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.