Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perajin kain tenun Badui kewalahan layani permintaan pasar

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 16:45 WIB | Oleh:
Perajin kain tenun Badui kewalahan layani permintaan pasar Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Pedagang busana pakaian khas kain tenun Badui hasil desainer fashion dari Jakarta dijual antara Rp450 ribu hingga Rp1 juta pada pameran Seba pada 16-19 Mei 2024.

Lebak - Sejumlah perajin kain tenun Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten beberapa bulan terakhir merasa kewalahan melayani permintaan pasar relatif meningkat."Kami biasanya permintaan itu tiga potong, namun kini menjadi tujuh potong per pekan kain," kata Ambu Absah (65) seorang perajin kain tenun tradisional masyarakat Badui di kediamannya di Kampung Kadu Ketug Kabupaten Lebak, Jumat.Selama ini, permintaan kain tenun cenderung meningkat sehingga perajin Badui merasa kewalahan untuk melayani pasar.Bahkan, dirinya memproduksi kain tenun itu dibantu anak perempuan untuk mengerjakan tujuh potong per pekan guna melayani permintaan pasar.Sebab, produksi kain tenun itu dikerjakan secara tradisional dengan peralatan sederhana yang menggunakan bambu dan papan dan diikat tali untuk merajut benang hingga merampungkan satu potong kain selama tiga hari berukuran 2x1 meter persegi."Kami menjual kain tenun itu sudah ada yang menampung dan memenuhi permintaan tujuh potong satu pekan dengan omzet pendapatan sekitar Rp2,5 juta dari sebelumnya Rp1 juta,"katanya menjelaskan.Menurut dia, kebanyakan permintaan pasar itu para perancang busana dari Jakarta dan Bandung untuk dijadikan stelan pakaian.Selain itu juga ada pemilik butik dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pemukiman Badui.Meningkatnya permintaan pasar tersebut tentu para perajin kain tenun Badui tumbuh dan berkembang dibandingkan saat pandemi COVID -19."Kami bersyukur dengan keuletan dan kesabaran kini kain tenun Badui diminati pelaku usaha dan masyarakat,"kata Ambu Absah sambil menyatakan dirinya menggeluti usaha produksi kain tenun sejak usia 15 tahun.Begitu juga Anita (25) seorang perajin mengatakan pihaknya selama ini permintaan kain tenun Badui banyak diminati pelaku usaha, seperti desainer fashion, pemilik butik, pedagang dan masyarakat.Meningkatnya permintaan pasar dipastikan dapat menggulirkan perputaran uang di kawasan masyarakat Badui.Para perajin kain tenun yang dilakukan kaum perempuan saat ini kewalahan melayani permintaan pasar cenderung meningkat."Kami meyakini meningkatnya permintaan kain tenun Badui secara langsung bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,"katanya menjelaskan.Ia mengatakan, harga kain tenun Badui beraneka motif dari bahan katun berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp400 ribu, seperti jenis poleng hideung, poleng paul, mursadam, pepetikan, kacang herang, maghrib, capit hurang, susuatan, suat songket dan smata (girid manggu, kembang gedang, kembang saka).Begitu juga motif adu mancung, serta motif aros yang terdiri dari aros awi gede, kembang saka, kembang cikur, dan aros anggeus.Namun, kain tenun Badui untuk jenis Janggawari lebih mahal hingga menembus Rp1,5 juta dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter."Kami akhir-akhir ini tentu mendapatkan omzet relatif lumayan karena permintaan pasar meningkat itu,"kata Anita sambil merahasiakan keuntungan.Sementara itu, Kepala Bidang Produksi UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Juli Zakiah mengatakan saat ini perajin kain tenun Badui banyak diminati para pelaku usaha karena memiliki keunikan dan dan motif yang berbeda dengan kain tenun tradisional lainnya di tanah air.Saat ini, jumlah perajin kain tenun Badui sekitar 2.000 unit usaha yang berkembang di kawasan pemukiman masyarakat Badui."Kami setiap tahun melakukan pembinaan terhadap perajin kain tenun Badui juga mempromosikan pemasaran melalui media sosial dan pameran,"katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.