Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Ini Perlu Ditiru, Pemkab Cirebon Jamin 52 Ribu Hektare Sawah Jadi Lahan Abadi

📅 Rabu, 22 Mei 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan Ini Perlu Ditiru, Pemkab Cirebon Jamin 52 Ribu Hektare Sawah Jadi Lahan Abadi Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Ilustrasi areal sawah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Cirebon - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, menjamin areal sawah seluas 52 ribu hektare di wilayahnya tidak mengalami penyusutan karena sudah menjadi lahan abadi atau lahan pertanian produktif berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan di Cirebon, Selasa, mengatakan lahan abadi tersebut kini terus dipertahankan untuk menjaga kuantitas produksi pertanian khususnya padi.

Apalagi, kata dia, Kabupaten Cirebon saat ini menempati posisi kelima sebagai daerah produsen padi terbesar di Jawa Barat dengan rata-rata produktivitas mencapai 6,2 ton per hektare.

"Lahan abadi seluas 52 ribu hektare, belum ada pergeseran. Kita berupaya agar luasannya tidak berkurang," katanya.

Ia menjelaskan ada sejumlah cara agar lahan pertanian berkelanjutan itu tidak menyusut. Misalnya melalui regulasi seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang melindungi lahan tersebut.

"Kalau potensi berkurang ada. Tapi kita tetap berupaya mempertahankannya. Selama perkembangan RTRW tidak berubah, maka lahan abadi kita tidak berkurang," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait supaya lahan pertanian abadi di Kabupaten Cirebon tidak menjadi lokasi untuk alih fungsi lahan.

"Jadi ada kepentingan negara atau umum, yang dijaga undang-undang. Kalau itu memang sifatnya sudah merupakan atau dibutuhkan oleh negara, maka harus dipertahankan," katanya.

Alex menyampaikan lahan abadi yang kini masih terjaga sedang dioptimalkan, untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian yang tidak hanya berfokus pada padi.

Sampai saat ini, tambah dia, Pemkab Cirebon sedang menggencarkan program ekstensifikasi dan diversifikasi di lahan abadi tersebut sehingga menghasilkan produk pertanian yang lebih beragam.

"Langkah ini juga untuk meningkatkan nilai jual dari lahan tersebut. Dengan begitu, para petani tetap tertarik untuk bercocok tanam," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.