UNESCO Promosikan Solusi Inovatif Pengelolaan Air Berkelanjutan
📅 Selasa, 21 Mei 2024, 01:52 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA/UNESCO.ORG
BADUNG - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mempromosikan kerja sama internasional dan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan air global yang mendesak pada World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung 18-24 Mei di Badung, Bali.
"Seiring dengan meningkatnya kelangkaan air dan perubahan iklim yang bervariasi, sangat penting bagi kita untuk meningkatkan kerja sama internasional untuk mengukur dan mengelola sumber daya air secara bersama dan berkelanjutan," kata Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, dalam keterangan resminya yang diterima di Bali, Senin (20/5).
Seperti dikutip dari Antara, Audrey menuturkan forum yang dipimpin bersama oleh UNESCO yang mengangkat tema "Air untuk Kemakmuran Bersama" tersebut akan mempertemukan para pembuat kebijakan, ilmuwan, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk mencapai komitmen global dalam ketersediaan dan kerja sama pada isu air.
UNESCO akan menekankan hubungan penting antara pengelolaan air dan gangguan iklim sembari menyoroti penguatan kerja sama yang ditingkatkan dan pengumpulan data yang lebih baik dapat mengarahkan dunia menuju keamanan dan ketahanan air.
UNESCO juga akan fokus pada tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kerja sama pada pengelolaan air, meningkatkan pengetahuan dan pengumpulan data, serta meningkatkan pendidikan dan kesadaran mengenai isu-isu terkait air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumber Air Bersama Audrey mengatakan erja sama di bidang perairan lintas batas dapat dimulai dari mengidentifikasi sumber air bersama.
Sebagai pemimpin dalam pemantauan akuifer lintas batas, UNESCO telah membantu mengidentifikasi sistem lintas batas di 153 negara yang mencakup 468 akuifer dan 286 sungai dan danau.
Namun, tambah dia, hanya sebagian kecil negara-negara tepi sungai yang memiliki perjanjian lintas batas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Praktik terbaik salah satunya terjadi di daerah aliran sungai (DAS) Senegal pada Bendungan Manantali yang dikelola secara kolektif oleh Otoritas Pembangunan Wilayah Sungai Senegal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!