Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kalangan Anak Muda Diajak Berkolaborasi Membangun Kota Semarang

📅 Selasa, 21 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kalangan Anak Muda Diajak Berkolaborasi Membangun Kota Semarang Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional, di Balai Kota Semarang, Senin (20/4/2024).

Semarang - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak kalangan anak muda untuk bisa berkolaborasi dalam membangun kotanya seiring dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, Senin, mengatakan bahwa generasi muda saat ini sudah tidak lagi berjuang merebutkan kemerdekaan bangsa, tetapi bagaimana mampu ikut serta atau terlibat dalam kemajuan bangsa, termasuk daerahnya.

Menurut dia, ada banyak cara untuk mewujudkan kondisi agar bangsa Indonesia bisa melaju pesat, salah satunya dengan transformasidigital.

"Anak-anak muda ini akan dibuatkan satu inovasi yang mereka bisa mengimplementasi," katanya, saat memimpin upacara memperingati momen Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota Semarang.

Namun, kata dia, saat ini hal-hal yang harus dimaksimalkan penanganannyaadalah ketahanan pangan, kemiskinan, dan stunting yang selalu diserukan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Di Kota Semarang, ia akan berupaya untuk terus mewujudkan kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi melalui usaha-usaha yang saat ini sudah dan akan terus dilakukan, seperti "urban farming", dan gerakan pangan murah.

"Makanya kita harapkan di momen Hari Kebangkitan ini generasi muda bisa bangkit lebih baik lagi dan hebat menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Apalagi, ia mengingatkan bahwaakan ada tantangan dalam menghadapi bonus demografi sehingga diharapkan anak-anak muda sekarang memiliki kompetensi agar bisa berinovasi untuk memajukan Indonesia.

"Persaingan akan lebih banyak dan lebar, karena dengan adanya bonus demografi hingga 60 persen ini, katakanlah satu lapangan pekerjaan diperebutkan sekitar 20-30 persen penduduk usia produktif Indonesia," katanya.

Maka, kata dia, harapannya bagaimana bisa memberikan ruang bagi 30 persen penduduk usai produktif itu bisa menjadi "entrepreneur" dan pengusaha.

"Dan inilah harus kita lakukan agar bersama menuju Indonesia Emas," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

28 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...
Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Nasional
Kejati Sumbar Bantah Tuding...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.