Franka, Kaum Barbar Perintis Budaya Eropa
📅 Selasa, 21 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoSeperti agama mereka, bahasa Franka juga dimulai dengan bahasa Jerman sebelum diromanisasi secara bertahap. Bahasa aslinya adalah dialek Jermanik Barat, berbeda dari dialek Gotik, atau Jermanik Timur, dan Norse Kuno, atau Jermanik Utara, menurut Edward James dalam The Franks (1988).
Perubahan Linguistik
Ketika kaum Franka menetap di Belgia dan Galial timur laut, mereka berbaur dengan penduduk lokal Gallo-Romawi, menyebabkan perubahan linguistik pada kedua kelompok masyarakat tersebut. Di Belgia utara, Belanda, dan Jerman, di mana kehadiran awal bangsa Franka paling signifikan.
Orang-orang mulai berbicara dalam bahasa-bahasa yang dipengaruhi bahasa Jermanik yang kemudian berkembang menjadi bahasa Belanda Kuno dan Flemish. Di Prancis modern dan Belgia selatan, di mana suku Franka baru muncul secara permanen, bahasa-bahasa Roman berkembang seperti Walloon dan Prancis Kuno. Hambatan linguistik ini, yang disebabkan oleh pemukiman awal kaum Frank, masih terlihat hingga saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum penyatuan mereka, setiap suku Franka mengikuti seperangkat hukumnya sendiri, yang dihafal oleh seorang pembicara hukum. Antara tahun 507 dan 511, pada masa pemerintahan Clovis, hukum perdata ditulis untuk diterapkan pada kerajaan Franka baru yang kemudian dikenal sebagai Hukum Salic, yang diambil dari nama suku Salian yang dominan.
Kode hukum ini sebagian besar ditulis dalam bahasa Latin dan terutama berkaitan dengan warisan dan peradilan pidana dan akan menjadi dasar bagi beberapa sistem hukum Eropa di masa depan. Kode hukum Franka lainnya, Hukum Ripuarian, ditulis sekitar tahun 630 ketika kaum Ripuarian menjadi terkenal di Kerajaan Austrasia. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!