Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah dengan Imunisasi, Dinkes DKI Ingatkan Difteri Bisa Sebabkan Penyumbatan Saluran Napas

📅 Selasa, 21 Mei 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah dengan Imunisasi, Dinkes DKI Ingatkan Difteri Bisa Sebabkan Penyumbatan Saluran Napas Doc: ANTARA/Ho-Kominfotik Jaksel
Ket. Pelaksanaan imunisasi anak di Jakarta Selatan.

Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan difteri bisa menyebabkan penyumbatan saluran napas dan penyakit ini sebenarnya bisa dihindari melalui imunisasi.

"Difteri itu ada putih-putih di tenggorokan. Efeknya kalau di tenggorokan ada putih-putih, lama-lama putih-putih menebal menyebabkan pembengkakan, saluran napas kita tersumbat," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Budi Setiawan dalam acara yang digelar daring, Senin.

Difteri merujuk Kementerian Kesehatan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh baktericorynebacterium diptheriaedan ditandai dengan adanya peradangan pada selaput saluran pernapasan bagian atas, hidung dan kulit.

Penyakit ini ditandai demam yang tidak terlalu tinggi, lalu adanya selaput yang menutup saluran napas. Bakteri juga mengakibatkan gangguan jantung dan sistem saraf.

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi untuk mencegah penyakit ini sudah termasuk ke dalam program nasional imunisasi dasar lengkap, meliputi tiga dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis-B dan Haemofilus influensa tipe b) pada usia 2, 3 dan 4 bulan.

Kemudian, satu dosis imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib saat usia 18 bulan, satu dosis imunisasi lanjutan DT (Difteri Tetanus) bagi anak kelas 1 SD/sederajat.

Lalu, satu dosis imunisasi lanjutan Td (Tetanus difteri) bagi anak kelas 2 SD/sederajat, dan satu dosis imunisasi lanjutan Td bagi anak kelas 5 SD/sederajat.

Iwan mengatakan DKI Jakarta termasuk wilayah yang masih ditemukan difteri. Merujuk data pada 5 Mei lalu, terdapat 41 kasus suspek atau terduga difteri dan dari jumlah tersebut ada yang sudah terkonfirmasi.

"Dari 41 kasus itu sudah ada yang masuk konfirmasi ke laboratorium bisa ditangani dengan baik dengan status imunisasi lengkap dan penanganan dini," kata dia.

Dia menegaskan bahwa riwayat imunisasi juga membantu pasien untuk sembuh lebih cepat dan terhindar dari kematian.

"Imunisasi untuk pencegahan tapi bahasa pencegahan ini diperluas tidak hanya mencegah untuk tidak terjadi penyakit tapi di kalau sakit mencegah kesakitan yang panjang atau bahkan kematian," kata Iwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.