Denisovan, Manusia Purba yang Masih Misterius
📅 Senin, 20 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ MENAHEM KAHANA
Manusia purba Denisovan yang telah punah, hidup sekitar 200.000 tahun yang lalu. Sayangnya masih banyak hal tentang mereka yang masih belum diketahui.
Denisovan bersama dengan Neanderthal adalah kerabat terdekat manusia modern yang telah punah. Baru pada 2010 pada ilmuwan mengumumkan di jurnal Nature bahwa Denisovan ada. Bukti fosil dan genetika menunjukkan bahwa Denisovan hidup di berbagai wilayah luas dengan berbagai kondisi, mulai dari Siberia dan Tibet yang dingin hingga hutan tropis yang hangat di Asia tenggara.
Ilmuwan Russia menggali fosil pertama yang terkait dengan Denisovan pada musim panas 2008 di sebuah situs yang dikenal sebagai Gua Denisova di Pegunungan Altai di Siberia selatan, menurut jurnal Nature.
Penggalian sebelumnya di Gua Denisova menemukan artefak batu yang berdasarkan penelitian puluhan tahun sebelumnya berasal dari Neanderthal, menurut Nature. Oleh karena itu, ketika para ilmuwan pertama kali menemukan fosil Denisovan, mereka mengira sisa-sisa tersebut adalah milik Neanderthal.
Namun, analisis selanjutnya terhadap DNA purba yang diekstraksi dari fosil-fosil ini mengungkapkan hal sebaliknya. Pada 2008, para peneliti mengurutkan genom lengkap pertama Neanderthal, namun sepotong tulang jari berusia 30.000 hingga 50.000 tahun dari gua tersebut berasal dari garis keturunan manusia yang sama sekali berbeda dan sampai sekarang belum diketahui.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk menunjukkan hal ini dari pecahan tulang jari yang sangat kecil, merupakan pencapaian teknis yang luar biasa," kata ahli paleoantropologi di Natural History Museum di London, Chris Stringer kepada Live Science.
Studi Nature pada 2010 tersebut yang mengungkap keberadaan Denisovan. Mereka menemukan manusia purba ini memiliki kekerabatan dekat dengan manusia purba Neanderthal, yang juga sama-sama telah punah.
Studi Nature selanjutnya pada 2013 memperkirakan bahwa garis keturunan yang memunculkan Neanderthal dan Denisovan terpisah dari nenek moyang manusia modern antara sekitar 550.000 dan 765.000 tahun yang lalu. Nenek moyang Neanderthal dan Denisovan kemudian berbeda satu sama lain antara sekitar 381.000 dan 473.000 tahun yang lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Denisovan dan Neanderthal adalah kerabat terdekat manusia modern," kata Katerina Harvati, ahli paleoantropologi dan direktur Institut Ilmu Arkeologi di Universitas Eberhard Karls Tübingen di Jerman, kepada Live Science.
Sebuah studi pada 2018 di jurnal Cell mengungkapkan bahwa Denisovan terdiri dari banyak garis keturunan. Salah satunya berkerabat dekat dengan Denisovan Siberia dan memiliki warisan genetik yang terutama ditemukan di Asia timur. Yang satu lagi berkekerabatan lebih jauh dengan Denisovan Siberia dan memiliki DNA yang saat ini paling banyak ditemukan pada orang Papua dan Asia selatan.
Kelompok-kelompok ini terpecah sekitar 283.000 tahun yang lalu. Meskipun garis keturunan Denisovan ini memiliki asal usul yang sama dengan Neanderthal, secara genetik mereka berbeda dari Neanderthal seperti halnya Neanderthal dari manusia modern (Homo sapiens).
Studi berikutnya pada 2019 di jurnal Cell mengungkapkan garis keturunan Denisovan ketiga. Berdasarkan tingkat perbedaan genetik di antara ketiga garis keturunan Denisovan, penelitian ini menunjukkan bahwa garis keturunan ketiga ini terpisah dari dua garis keturunan lainnya sekitar 363.000 tahun yang lalu, dan sama berbedanya dengan Denisovan lainnya seperti halnya dengan Neanderthal.
DNA dari garis keturunan ketiga ini ditemukan terutama pada individu modern yang tinggal di atau dekat pulau New Guinea. "Saya tidak dapat membayangkan kemajuan menarik ini bahkan 15 tahun yang lalu dengan kecepatan dan tingkat perkembangannya begitu cepat," kata Stringer.
Perbedaan Morfologi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!