Korut Luncurkan Misil Usai Bantah Transfer Senjata ke Russia
📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jung Yeon-je
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (17/5) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) telah menembakkan beberapa misil balistik jarak pendek, beberapa jam setelah saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un membantah tuduhan bahwa Pyongyang telah mengirimkan senjata ke Russia.
Peluncuran tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian uji coba yang lebih canggih oleh Korut dimana sebelumnya telah menembakkan misil jelajah, roket taktis, dan senjata hipersonik dalam beberapa bulan terakhir, yang menurut Pyongyang merupakan upaya untuk meningkatkan pertahanannya.
Korsel dan Amerika Serikat (AS) menuduh Korut telah mengirim senjata ke Russia, yang merupakan pelanggaran sanksi PBB terhadap kedua negara, dan para ahli mengatakan serentetan pengujian baru-baru ini mungkin merupakan senjata yang ditujukan untuk digunakan di medan perang di Ukraina.
Militer Korsel mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya telah mendeteksi peluncuran apa yang digambarkannya sebagai beberapa benda terbang yang diduga merupakan misil balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan timur Korut ke perairan lepas pantainya.
"Misil-misil tersebut menempuh jarak sekitar 300 kilometer," kata Kepala Staf Gabungan, seraya menambahkan bahwa militer Korsel telah memperkuat kewaspadaan dan pengawasan sebagai persiapan untuk peluncuran tambahan dan berbagi informasi dengan sekutunya, Washington DC dan Tokyo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluncuran tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menuduh Seoul dan Washington DC telah menyesatkan opini publik mengenai masalah ini dengan tuduhan berulang-ulang bahwa Pyongyang mengirimkan senjata ke Moskwa untuk digunakan di Ukraina.
Uji coba tersebut juga dilakukan sehari setelah pesawat tempur siluman canggih Korsel dan AS, termasuk F-22 Raptor milik AS, melakukan latihan tempur udara gabungan. Latihan semacam ini biasanya membuat marah Pyongyang, yang memandangnya sebagai latihan invasi.
Korut tampak sangat sensitif terhadap latihan udara di masa lalu, dan para ahli mencatat bahwa angkatan udaranya adalah mata rantai terlemah dalam militernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tampaknya ini adalah demonstrasi kontra-militer sebagai respons terhadap latihan udara Korsel-AS baru-baru ini," kata Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korut di Seoul, kepadaAFP.
"Tampaknya pula (demonstrasi ini) berisi pesan peringatan mengenai latihan gabungan besar-besaran Korsel-AS yang dijadwalkan pada Agustus mendatang," imbuh Yang.
Hubungan antar-Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Pyongyang menyatakan Korsel sebagai musuh utama mereka. Korut sebelumnya bahkan telah menyingkirkan lembaga-lembaga yang berdedikasi pada reunifikasi dan mengancam perang jika pelanggaran teritorial.
Senjata Hipersonik
Peluncuran misil pada Jumat adalah yang terbaru sejak Korut melepaskan tembakan yang menurut Seoul merupakan misil balistik jarak pendek di lepas pantai timurnya pada tanggal 22 April lalu.
Kim Jong-un saat memeriksa sistem senjata misil taktis baru pada Selasa (14/5) lalu menyerukan perubahan penting dalam persiapan perang setelah negaranya mencapai target produksi persenjataan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!