Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Memiliki Potensi Tenaga Surya Terapung Sebesar 207 GW

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 12:50 WIB | Oleh:
India Memiliki Potensi Tenaga Surya Terapung Sebesar 207 GW Doc: Istimewa

Sebuah laporan baru yang disusun di bawah kerjasama Teknis Indo-Jerman tentang Solar Inovatif (IN Solar) memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi tenaga surya terapung di India. Laporan ini juga memberikan proyeksi untuk instalasi dari tahun 2024 hingga 2040.

Dilansir dari PV Magazine, sebuah laporan menunjukkan bahwa perairan pedalaman di India memiliki potensi teknis untuk menjadi tuan rumah bagi 206,7 GWp kapasitas surya terapung. Tim tersebut menggunakan data berbasis GIS untuk semua badan air di India (dihitung dalam kilometer persegi) dengan merujuk pada Program Copernicus oleh Komisi Eropa.

Kumpulan data tersebut disaring untuk memasukkan badan air dengan area yang dapat digunakan lebih besar dari 0,015 km persegi, dengan ketersediaan air selama 12 bulan, sementara tidak termasuk badan air di zona yang dilindungi. Area seluas 0,015 km persegi diperlukan untuk memasang 1 MW PV terapung.

Negara bagian Madhya Pradesh memiliki potensi maksimum sebesar 40,117 MWp, diikuti oleh Maharashtra dengan 32,076 MWp. Proyek ini diluncurkan di bawah bimbingan Kementerian Energi Baru dan Terbarukan India dan didanai oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ). Ernst and Young LLP (EY LLP) memimpin proyek ini, bersama dengan CSTEP dan Fraunhofer ISE sebagai mitra.

Dalam skenario moderat, laporan tersebut mengatakan bahwa India dapat memasang 30 GW kapasitas surya terapung kumulatif dari tahun 2024 hingga 2040. Mereka mengasumsikan bahwa 1 MW PV terapung akan membutuhkan pengeluaran modal yang setara dengan biaya energi yang diratakan (LCOE) sebesar 4,32 Rupee ata sekitar 0,052 dolar AS per kWh.

Tim peneliti mengasumsikan penurunan tahunan sebesar 2,5% dalam belanja modal, yang menghasilkan penurunan LCOE secara bertahap dari pembangkit listrik tenaga surya terapung, mulai dari tahun 2024 dan berlanjut hingga tahun 2040. LCOE diperkirakan akan turun menjadi INR 3,72/kWh pada tahun 2030 dan INR 2,90/kWh pada tahun 2040.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.