Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Ma'ruf Sebut Buku Jadi Prasyarat Lahirnya Intelektualitas

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 15:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Ma'ruf Sebut Buku Jadi Prasyarat Lahirnya Intelektualitas Doc: antara
Ket. Tangkapan layar - Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberi sambutan pada acara "Pencanangan Gerakan Literasi Desa sebagai Puncak Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ke-44 dan Hari Buku Nasional 2024" dipantau dari kanal YouTube Sekretariat Wakil Presiden, Jumat (17/5/2024).

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa sebagai media utama peningkatan literasi, buku menjadi prasyarat lahirnya intelektualitas.

"Buku mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan kita dalam memecahkan masalah," kata Wapres saat memberi sambutan pada acara "Pencanangan Gerakan Literasi Desa sebagai Puncak Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ke-44 dan Hari Buku Nasional 2024" di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta Jumat (17/5), yang dipantau secara daring.

Sesuai dengan judul acara tersebut, Wapres pun teringat satu ungkapan, yaitu "buku merupakan jendela dunia".

"Melalui buku, kita dapat memperluas pengetahuan, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan wawasan," kata Wapres.

Selain itu, kata dia, perpustakaan yang berperan sebagai rumah bagi buku pun juga harus mampu menjadi sumber inspirasi dan pusat aktivitas literasi masyarakat.

Kendati demikian, Wapres juga mengingatkan bahwa kondisi literasi di Indonesia saat ini masih memerlukan perhatian.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil studi evaluasi sistem pendidikan di dunia yang diinisiasi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara anggota lainnya.

Selain itu, kata Wapres, meskipun survei tingkat kegemaran membaca di Indonesia pada 2023 menunjukkan peningkatan, persentase kenaikannya masih cukup rendah, yakni hanya kurang dari tiga persen.

"Kondisi ini seharusnya memacu kita agar mengejar ketertinggalan sehingga kualitas sumber daya manusia kita semakin meningkat dan pembangunan Indonesia semakin melesat," katanya.

Karena itu, Wapres meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar terus mengupayakan peningkatan literasi dan pembangunan manusia.

Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci memenangkan persaingan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.