Putin dan Xi Puji Hubungan Russia-Tiongkok Sebagai Kekuatan 'Menstabilkan' di Dunia yang Kacau
📅 Jumat, 17 Mei 2024, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Sergei Bobylov/Pool
BEIJING - Pemimpin Xi Jinping dan Vladimir Putin menggambarkan hubungan kedua negara sebagai kekuatan yang menstabilkan di dunia yang kacau ketika bertemu pada Kamis (16/5) di Beijing.
Ini adalah perjalanan pertamaPutinke luar negeri sejak terpilih kembali pada Maret lalu, dan yang kedua dalam waktu enam bulan ke Tiongkok, yang merupakan jalur penyelamat ekonomi bagi Russia setelah Barat menjatuhkan sanksi atas serangan militernya di Ukraina.
Putindisambut oleh Xi pada upacara penyambutan besar-besaran di luar Balai Besar Rakyat Beijing, menurut CCTV.
Dalam sebuah pertemuan, Xi kemudian mengatakan kepada "teman lamanya"Putinbahwa hubungan Tiongkok-Russia "kondusif menuju perdamaian".
"Tiongkok siap bekerja sama dengan Russia untuk… menegakkan keadilan dan keadilan di dunia," tambah Xi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Putin, sebaliknya, mengatakan kepada Xi bahwa hubungan kedua negara merupakan "faktor yang menstabilkan di arena internasional".
"Hubungan antara Russia dan Tiongkok tidak bersifat oportunistik dan tidak ditujukan kepada siapa pun," kataPutin, menurut pembacaan Kremlin.
Setelah pertemuan tertutup, kedua pemimpin kemudian menandatangani pernyataan bersama untuk memperdalam "kemitraan strategis komprehensif" negara mereka, kata kantor berita Xinhua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel mengatakan Tiongkok "tidak dapat menikmati kuenya dan memakannya juga" sehubungan dengan Barat dan Moskow.
"Mereka tidak bisa melakukan dua cara, dan ingin memiliki hubungan (yang lebih baik) dengan Eropa dan negara-negara lain sambil terus menambah ancaman terbesar terhadap keamanan Eropa dalam jangka waktu yang lama," kata Patel, mengacu pada invasi Russia ke Ukraina.
Tidak Ada 'Eskalasi Lebih Lanjut
Kedatangan pemimpin Russia itu terjadi beberapa jam setelah dia memuji pasukan negaranya karena maju di "semua lini" di medan perang di Ukraina, menyusul serangan darat besar-besaran yang terbaru.
Kremlin mengatakan Russia dan Tiongkok telah sepakat untuk menentang "eskalasi lebih lanjut" konflik di Ukraina pada Kamis.
Tiongkok menepis klaim bahwa mereka membantu perang Russia di Ukraina dan bersikeras bahwa Barat memperburuk konflik dengan mengirimkan senjata ke Ukraina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!